ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng PT Danantara Investment Management untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini diharapkan bisa mengurangi beban sampah di TPST Bantargebang yang sudah kelebihan kapasitas.
Kerja sama tersebut diteken di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Penandatanganan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Zulhas mengungkapkan, produksi sampah Jakarta saat ini mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Sebagian besar masih bergantung pada sistem pembuangan di Bantargebang.
“Kalau diukur Bantargebang itu sudah seperti gedung 16-17 lantai,” kata Zulhas.
Menurutnya, melalui proyek PSEL ini, sampah yang selama ini menumpuk akan diolah menjadi energi listrik atau waste to energy. Ia optimistis proyek tersebut bisa menjadi solusi nyata persoalan sampah di Ibu Kota.
“Ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta, bahwa sampah tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi. Insyaallah dua tahun lagi,” jelasnya.
Zulhas menambahkan, proyek ini juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target pengelolaan sampah nasional 100 persen pada 2029.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pembangunan PSEL akan dimulai setelah proses pemilihan badan usaha oleh Danantara selesai.
“Setelah proses ini ditandatangani, Danantara akan melakukan proses pemilihan. Nanti kita lihat tahap berikutnya,” kata Dudi.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI akan berperan dalam menjamin pasokan sampah sebagai bahan baku serta memastikan kesiapan lahan proyek, meski tidak seluruhnya berasal dari aset pemerintah daerah.
Adapun lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di kawasan Bantargebang dan Tanjung Kamal Muara. []
























