ASPEK.ID, JAKARTA – PT Jasa Marga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu (20/5).
Dalam keputusan tersebut, perusahaan jalan tol pelat merah itu menambah satu posisi komisaris dengan menunjuk Nurul Ghufron sebagai Komisaris Perseroan. Ghufron dikenal sebagai akademisi hukum dan pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024. Ia juga sempat mengikuti seleksi calon hakim agung.
Selain perubahan di jajaran komisaris, RUPST juga menyetujui penambahan satu kursi direksi. Andry Tanudjaja ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Jasa Marga.
Sebelum bergabung di Jasa Marga, Andry pernah menjabat Direktur Hubungan Kelembagaan di PT Biro Klasifikasi Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman di sejumlah BUMN, antara lain sebagai Komisaris PT BGR Logistik Indonesia periode 2021–2023 serta Direktur Komersial dan Pengembangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia pada periode yang sama.
Dengan perubahan tersebut, jumlah komisaris Jasa Marga bertambah menjadi tujuh orang. Sementara jumlah direksi kini menjadi delapan orang.
Berikut Nama dan Susunan Lengkapnya
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
Komisaris: M Asrorun Ni’am Sholeh
Komisaris: Nurul Ghufron
Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
Direksi
Direktur Utama: Rivan A. Purwantono
Wakil Direktur Utama: Andry Tanudjaja
Direktur Bisnis: Reza Febriano
Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan perseroan optimistis kinerja perusahaan pada 2026 akan semakin kuat. Optimisme itu ditopang sejumlah inisiatif strategis yang difokuskan pada pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan perusahaan.
Menurut Rivan, Jasa Marga akan mendorong peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur.
“Kami akan mengupayakan peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 20 Mei 2026.
Ia mengatakan perusahaan juga berupaya menjaga posisi sebagai pemimpin industri jalan tol nasional. Selain itu, perseroan menargetkan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Rivan menilai target tersebut dapat dicapai dengan dukungan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional perusahaan yang tetap solid. []
























