ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri langsung rapat paripurna DPR pada Rabu (20/5). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Prabowo menjadi momentum untuk menyatukan pandangan dalam menjaga ekonomi nasional.
Prasetyo menyebut momen tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.
“Tanggal 20 [Mei] hari kebangkitan nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” kata Pras, Rabu (20/5).
Dalam rapat paripurna itu, Prabowo dijadwalkan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan langkah tersebut kemungkinan baru pertama kali dilakukan oleh seorang presiden. Menurutnya, pada periode sebelumnya agenda penyampaian KEM-PPKF biasanya diwakili oleh menteri terkait.
“Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dasco menjelaskan tak ada aturan yang mewajibkan presiden hadir langsung dalam rapat paripurna DPR untuk agenda tersebut. Namun, menurutnya, tidak ada pula larangan kepala negara menyampaikan pidato secara langsung di hadapan anggota dewan.
Ia pun enggan membeberkan alasan khusus Prabowo memilih hadir sendiri dalam sidang paripurna besok.
Berdasarkan agenda DPR, rapat paripurna akan dimulai pukul 09.00 WIB. Prabowo dijadwalkan berpidato sekitar 45 menit membahas kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal RAPBN 2027.
Selain pidato presiden, DPR juga akan menetapkan RUU Polri sebagai usul inisiatif dari Komisi III DPR. []























