• Latest
  • Trending
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

9 Poin Pidato Prabowo di DPR

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

DPR Apresiasi Kinerja Danantara

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Dorong Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Menguat di Tengah Pidato Prabowo, BYAN Melaju 20%

Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Umumkan APBN 2027 Rp 4.097 T, Defisit 2,40%

Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras, Sampai Masuk Rumah Sakit

Pidato Presiden Mendorong Minat Beli Investor

Garuda Luncurkan Masker Bertema Sekar Jagat Nusantara

Garuda Indonesia Sukses Reaktivasi 104 Pesawat, 2027 Bisa Laba

Jokowi dan 3 Mantan Wapres Hadiri Sidang Tahunan MPR

Singapura Masuk 7 Negara Pengekspor Daging Terbanyak ke RI

Presiden: Indonesia Belum Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

103 Anggota Dewan Absen Sidang Tahunan MPR 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

by Muhammad Fadhil
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

Ilustrasi | Net

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, akan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja. Langkah tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bisnis, kemampuan keuangan, hingga kebutuhan operasional perusahaan.

“Penyesuaian ini bertujuan untuk menyelaraskan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan operasional aktual, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kegiatan usaha secara efektif dan memiliki kesempatan untuk kembali pulih di masa depan,” ujar manajemen PT GNI dalam keterangan di situs resmi perusahaan, Kamis (13/8/2026).

BacaJuga

9 Poin Pidato Prabowo di DPR

DPR Apresiasi Kinerja Danantara

Prabowo Dorong Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

IHSG Menguat di Tengah Pidato Prabowo, BYAN Melaju 20%

Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Prabowo Umumkan APBN 2027 Rp 4.097 T, Defisit 2,40%

Manajemen menjelaskan, kondisi keuangan perusahaan saat ini menjadi salah satu faktor utama dilakukannya penyesuaian tenaga kerja. PT GNI tengah menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sehingga ruang keuangan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional menjadi terbatas.

Di sisi lain, kegiatan produksi perusahaan juga mengalami penurunan. Dari tiga smelter yang dimiliki, saat ini hanya satu smelter yang masih beroperasi. Perusahaan juga mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menjadi pendukung smelter tersebut.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan penghematan untuk menekan beban operasional. Terlebih, PT GNI mengakui masih mengalami kerugian sehingga efisiensi dinilai diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Salah satu komponen biaya terbesar yang perlu disesuaikan adalah biaya tenaga kerja. Dengan aktivitas operasional yang kini jauh lebih terbatas, jumlah karyawan dinilai perlu diselaraskan dengan kebutuhan aktual perusahaan.

Sebelum memutuskan melakukan penyesuaian tenaga kerja, manajemen mengklaim telah menempuh sejumlah langkah efisiensi. Di antaranya mengurangi biaya operasional di berbagai sektor, menunda perekrutan karyawan baru, mengurangi lembur, menyesuaikan jam kerja, hingga melakukan mutasi karyawan.

“Perusahaan telah melakukan berbagai upaya efisiensi di berbagai aspek operasional perusahaan sebelum mengambil langkah penyesuaian tenaga kerja,” kata manajemen.

Saat ini, PT GNI memiliki sekitar 6.300 karyawan. Dengan hanya satu smelter dan PLTU pendukung yang beroperasi, perusahaan menilai jumlah tenaga kerja harus disesuaikan agar sejalan dengan kapasitas operasional yang tersedia.

Penyesuaian tenaga kerja tersebut akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan operasional, proses tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya efisiensi dilakukan. Perusahaan juga menyadari kebijakan tersebut dapat memberikan dampak kepada karyawan, keluarga pekerja, masyarakat sekitar, maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Perusahaan memahami bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja memiliki dampak terhadap karyawan dan keluarganya, masyarakat sekitar serta semua pemangku kepentingan,” jelas manajemen.

PT GNI memastikan proses penyesuaian tenaga kerja akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan juga menyatakan penyelesaian hak-hak karyawan yang terdampak akan mengacu pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, PT GNI berharap dapat mempertahankan kegiatan usaha yang masih berjalan sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan pemulihan dan kembali meningkatkan operasional di masa mendatang. []

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

9 Poin Pidato Prabowo di DPR

Jakarta - Poin pidato Presiden Prabowo dalam RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan 2027 pada 14 Agustus 2026 di DPR....

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

DPR Apresiasi Kinerja Danantara

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi kinerja Danantara dalam melakukan reformasi BUMN. Menurut...

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Dorong Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta aset-aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum dimanfaatkan secara optimal dibuka...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In