ASPEK.ID, JAKARTA – Jaksa Agung (JA) ST Burhanudin menyampaikan Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung. Katanya, perintah ini bukan sekedar administratif, melainkan panduan moral yang harus diamalkan.
“Saya akan menyampaikan Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung yang bukanlah sekadar instruksi administratif, melainkan panduan moral dan profesional yang hendaknya kita hayati dan kita amalkan dalam setiap langkah pengabdian,” kata Burhanudin saat menyampaikan amanat dalam upacara Hari Lahir ke-81 Kejaksaan di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung
Tujuh Perintah Jaksa Agung tersebut yaitu:
Pertama, terapkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.
Kedua, kembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberikan manfaat serta keadilan bagi masyarakat.
Ketiga, dukung asta cita serta sukseskan program prioritas maupun direktif Presiden atau seluruh tugas dan fungsi Kejaksaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Empat, gunakan hati nurani dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Lima, bangun sinergi yang harmonis dan wujudkan kolaborasi yang produktif antara kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.
Enam, junjung tinggi kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.
Tujuh, tingkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum dengan cepat, tepat dalam bertindak menghadapi perubahan situasi.
Lebih lanjut, Burhanudin mengatakan, dunia terus bergerak dan masyarakat semakin kritis serta melek informasi. Oleh karena itu, Kejaksaan sebagai penegak hukum tidak boleh tertinggal dan harus meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan sosial, teknologi, dan dinamika hukum, baik nasional maupun global.
“Cermati implementasi hukum pidana nasional dan berbagai regulasi yang mempengaruhi penegakan hukum. Jangan pernah berhenti belajar. Ingat, jangan pernah berhenti belajar. Tanggapi setiap tantangan dengan respon yang cepat, tepat, dan adaptif. Kepekaan adalah kunci untuk tetap relevan, terpercaya, mampu memberikan pelayanan terbaik,” tutur Burhanudin.
















