• Latest
  • Trending
252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Negara Berikan Insentif Rp1 Triliun ke Pemda yang Sukses Benahi Masalah daerah Bukan Hanya MBG

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

Wapres Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan di PTUN

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

3 Alasan Buruh Serikat Usul Upah 2027 Naik 7,5%,

Harga BBM Shell Turun

Mulai Hari ini Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia ke PT Isla Energy

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Menkes Bahas Kopdes Merah Putih Jadi Klinik Kesehatan dan Apotek

Hashim: Masa Depan Indonesia Sangat Cerah Asalkan Tidak Gaduh

RI Gagal Masuk 12 Besar Ekonomi Dunia ini Penyebabnya!

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Wapres Gibran Siap Hadiri Sidang Ijazah di PTUN dengan Syarat

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK: Negara Rugi Triliunan dalam Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Cegah Senjata ke Israel, 113 Pelabuhan Dunia Gelar Demo

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Gempa M 4,3 Ayun Gayo Lues di Malam Jumat

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Hashim: Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Pengacara Gibran Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 di Sidang PTUN

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Negara Berikan Insentif Rp1 Triliun ke Pemda yang Sukses Benahi Masalah daerah Bukan Hanya MBG

by Aspek
Oktober 30, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Ilustrasi MBG. Foto: Int

 

ASPEK.ID, SUMEDANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan informasi mengenai anggaran insentif sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah (Pemda) berprestasi. Ia menegaskan, anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk penilaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi mencakup berbagai aspek kinerja Pemda.

Indikator penilaian tersebut meliputi keberhasilan menurunkan angka stunting, pengangguran, dan kemiskinan. Selain itu, penilaian juga mencakup akses dan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, implementasi Program Tiga Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI, serta pengendalian inflasi.

BacaJuga

Wapres Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan di PTUN

3 Alasan Buruh Serikat Usul Upah 2027 Naik 7,5%,

Mulai Hari ini Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia ke PT Isla Energy

Menkes Bahas Kopdes Merah Putih Jadi Klinik Kesehatan dan Apotek

RI Gagal Masuk 12 Besar Ekonomi Dunia ini Penyebabnya!

Wapres Gibran Siap Hadiri Sidang Ijazah di PTUN dengan Syarat

“Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada daerah yang mampu mencari sumber pendanaan alternatif, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ungkap Bima Arya di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, pemberian insentif merupakan bagian dari upaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemda yang menunjukkan kinerja baik. “Sejak tahun ini kami juga melakukan apresiasi kepada pemerintah daerah. Kami berikan insentif untuk memberikan tambahan anggaran untuk daerah,” jelasnya.

Mulai tahun depan, lanjut Bima, Kemendagri akan menambahkan pelaksanaan program MBG sebagai salah satu kriteria penilaian. Penilaian tersebut tidak hanya melihat kepatuhan terhadap tata kelola dan transparansi, tetapi juga kemampuan daerah membangun ekosistem ekonomi lokal melalui program tersebut.

“Nah ini, perlu kami luruskan. Pernyataan Pak Mendagri, kurang utuh dipahami oleh media dan publik. Jadi Kemendagri ini salah satu tugas utamanya adalah memastikan seluruh pemerintah daerah melaksanakan fungsi pelayanan publik dengan baik,” terangnya.

Menurutnya, penilaian pelaksanaan MBG juga akan memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat. Program tersebut harus menjangkau kelompok yang telah ditetapkan, termasuk peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendukung upaya penanganan stunting.

Bima juga menjelaskan, besaran apresiasi untuk kategori penilaian tersebut terdiri atas Rp3 miliar bagi pemenang pertama, Rp2 miliar bagi pemenang kedua, dan Rp1 miliar bagi pemenang ketiga. Dengan demikian, angka Rp1 triliun yang menjadi perhatian publik merupakan total anggaran untuk keseluruhan pemberian insentif, bukan khusus untuk program MBG.

Ia menambahkan, pada gelombang pertama dan kedua Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, sekitar 270 kabupaten/kota telah menerima insentif tersebut. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya Kemendagri membantu memperkuat kemampuan keuangan daerah, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan fiskal.

“Ini adalah ikhtiar dari Kementerian Dalam Negeri untuk membantu penguatan kapasitas fiskal daerah terutama yang lemah. Dengan catatan ada hal-hal yang baik dari mereka,” ungkapnya.

Terkait mekanisme penyaluran, Bima menerangkan bahwa anggaran insentif bersumber dari Kementerian Keuangan dan ditransfer langsung ke kas daerah. Sementara itu, Pemda penerima wajib mengusulkan rencana penggunaan anggaran kepada Kemendagri agar pemanfaatannya tepat sasaran.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya program kesehatan, pendidikan, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat setempat. Kemendagri juga memastikan penggunaannya dilakukan secara transparan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Supaya kita pastikan, tadi ya, dana miliaran ini dirasakan oleh warga,” pungkas,

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Dua Tahun Prabowo-Gibran 1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN dan 148 Pengusaha Baru Lahir

ASPEK.ID, JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan dampak pemberdayaan masyarakat. Salah...

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

ASPEK.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat aktivasi Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi...

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

MBG Terapkan Prasmanan, Siswa Boleh Tambah

    ASPEK.ID, JAKARTA -   Kepala BGN, Sudaryono, menerangkan penerapan sistem prasmanan membutuhkan penyesuaian teknis dan kesiapan seluruh pihak. Dia...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In