ASPEK.ID, JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk tidak menjual bebas salah satu jenis obat yang didistribusikan oleh perusahaan itu yakni, anti virus Covifor (Remdesivir).
Obat yang diimpor dari Hetero, perusahaan asal India itu hanya dipasok ke rumah sakit dan diperuntukan kepada pasien Covid-19.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan bahwa obat tersebut tidak dijual bebas lantaran izin edarnya untuk penggunaan darurat.
Selain itu, bagi kalangan umum tidak bisa membelinya karena harus berada di bawah pengawasan dokter.
“Covifor izin edarnya dengan penggunaan emergensi (Emergency Use Authorization), jadi harus di bawah konsultasi dengan dokter di rumah sakit,” kata dia dilansir laman Detikcom, Jumat (2/10).
Sementara itu, untuk obat yang beredar bebas memiliki izin yang berbeda sehingga remdesivir untuk pasien virus Corona tak bisa digunakan sembarangan.
“Berbeda dengan izin edar untuk obat resep yang lain ataupun izin edar untuk obat bebas,” jelasnya
























