ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dalam laporan keuangan kuartal III-2020 mencatatkan kerugian Rp 252,1 miliar atau -63,7% dari periode yang sama pada 2019 dengan laba Rp 153,9 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/11/2020) pendapatan usaha perseroan di kuartal III-2020 tercatat Rp 305,5 miliar atau turun 68,6%.
Penurunan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 975,7 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp158.
Adapun pendapatan usaha perseroan terdiri atas beberapa bagian, seperti pendapatan Real Estat sebesar Rp6,3 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,3 miliar, pendapatan tiket sebesar Rp173,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp713,6 miliar.
Selanjutnya, pendapatan hotel dan restoran sebesar Rp 24,7 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp67,5 miliar dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp65,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp117,8 miliar.
PJAA mencatatkan adanya penurunan jumlah beban usaha di kuartal III-2020 sebesar Rp 172 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 191,8 miliar.
Perseroan juga mencatatkan beban lain-lain sebesar Rp15,4 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,8 miliar.Pembangunan Jaya Ancol mencatatkan liabilitas sebesar Rp2,32 triliun dan ekuitas Rp1,87 triliun.
Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp4,22 triliun dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp4,09 triliun.
























