ASPEK.ID – Pemerintah Israel membuka peluang penggunaan buaya untuk kepentingan keamanan, termasuk menjaga penjara. Kebijakan tersebut muncul setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi buaya Nil sehingga dapat dimanfaatkan oleh lembaga keamanan dengan persetujuan pemerintah.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengusulkan penggunaan buaya di sekitar kompleks penjara yang banyak dihuni tahanan asal Palestina. Gagasan tersebut disebut terinspirasi dari pusat penahanan migran di Florida, Amerika Serikat, yang dijuluki “Alligator Alcatraz.”
Melalui aturan baru itu, buaya Nil tidak lagi dikategorikan sebagai satwa liar, melainkan sebagai “satwa liar hasil budidaya.” Perubahan status tersebut memungkinkan reptil itu digunakan untuk kepentingan keamanan, selama mendapat persetujuan pemerintah dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan otoritas lingkungan.
Salah satu lembaga yang berpotensi memanfaatkan aturan tersebut adalah Dinas Pemasyarakatan Israel yang berada di bawah kewenangan Ben-Gvir.
Media Israel melaporkan Ben-Gvir berencana memanfaatkan buaya untuk membantu pengamanan Penjara Ketziot di wilayah selatan Israel. Penjara tersebut diketahui menampung sebagian besar tahanan asal Palestina.
Ben-Gvir bahkan menyinggung rencana itu melalui unggahan di akun Facebook miliknya pada Kamis (17/7). Dalam unggahan tersebut, ia menulis, “Sedang ingin kabur? Pikirkan lagi,” disertai gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya memegang tali kekang seekor buaya.
Namun, usulan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak.
Stasiun televisi Israel Channel 13 melaporkan Otoritas Alam dan Taman Israel telah menolak usulan Ben-Gvir sejak pertama kali gagasan itu diajukan. Menurut otoritas tersebut, satwa liar semestinya dipelihara hanya untuk kepentingan penelitian dan pendidikan.
Mereka juga mengingatkan adanya kasus di masa lalu ketika buaya hasil penangkaran lepas ke alam liar sehingga membahayakan keselamatan masyarakat.
Tak hanya itu, Channel 13 melaporkan ide penggunaan buaya sebagai pengaman penjara juga disambut dengan ejekan oleh sejumlah pejabat di Dinas Pemasyarakatan Israel. []
























