ASPEK.ID, SURABAYA – Ibadah haji bisa datang kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang. Hal itu dirasakan oleh Didik Subiantoro atau yang dikenal sebagai Didik ‘Seket’ Astakula.
Musisi rock asal Surabaya ini mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026. Kesempatan itu datang di usia yang ke-50, sesuai dengan julukannya ‘Seket’ yang berarti lima puluh dalam Bahasa Jawa.
Didik berangkat haji menggantikan almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada 2013. Dalam perjalanan ini, ia juga mendampingi sang ibu yang sudah lanjut usia.
“Tahun ini usia saya 50 tahun, ternyata ada rahasia Illahi di tahun ini juga Alhamdulilah saya mendapat panggilan berhaji,” kata Didik, Jumat (24/4).
Didik mengaku tak pernah membayangkan dirinya bisa menunaikan ibadah haji. Karena itu, ia tak memiliki persiapan khusus selain mengikuti manasik seperti jemaah lainnya.
“Sebetulnya memang enggak sempat kebayang. Enggak kebayang kalau bisa naik haji itu. Terus kalau persiapan khusus enggak ada karena kan enggak pernah kebayang ya itu. Paling persiapan-persiapan itu ya persiapan umumnya orang yang mau ibadah haji itu kan ada manasik,” tuturnya.
Keberangkatannya tahun ini juga menjadi bentuk pengabdian kepada keluarga, khususnya ibunya. Didik menegaskan fokus utamanya adalah mendampingi sang ibu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Sebetulnya saya mendampingi ibu saya. Lebih tepatnya seperti itu. Saya mendampingi ibu saya yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Soale aku gak ijen terus iki kan gak dolen (Sebab saya tidak sendirian dan ini bukan sedang jalan-jalan),” tegasnya.
Demi menjaga ibunya, Didik bahkan membatasi aktivitas sosial selama di Arab Saudi. Ia memilih menolak ajakan bertemu rekan-rekannya agar bisa fokus pada tanggung jawabnya.
“Jadi tak batasi, wis tak batasi kerjaan iki. Aku takut sekali untuk mengiyakan (janji) karena aku di sini menjaga ibu yang sudah sepuh,” ujarnya.
Sebagai musisi, Didik dikenal sering menciptakan lagu secara spontan. Namun, ia tak memaksakan diri untuk berkarya selama di Tanah Suci.
“Kalau penginnya menciptakan lagu di Tanah Suci] pasti pengin ya, tapi kebanyakan lagu-laguku itu memang tidak melalui proses berpikir. Iki nemu, ngono tok asli,” katanya.
Didik pun memiliki harapan sederhana usai menunaikan ibadah haji, yakni agar kehidupannya menjadi lebih baik.
“Harapan semoga ibadahnya bisa diterima dan menjadi hal yang lebih baik lah semuanya dalam kehidupan. Harapannya bisa melaksanakan ibadah haji dalam keadaan sehat. Pulang juga sehat, setelah itu nanti semuanya jadi lebih baik,” tutupnya.
Didik tergabung dalam kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (24/4). []
























