ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bansos dicoret karena terindikasi terlibat judi online (judol) sepanjang triwulan pertama 2026. Jumlah itu disebut jauh menurun dibanding temuan sebelumnya yang mencapai ratusan ribu penerima bansos.
“Untuk tahun 2026 ini ada 11 ribu lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret. Artinya apa? Artinya, sudah ada penurunan secara drastis ya, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol,” kata Gus Ipul, Rabu (13/5).
Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial mendapat dukungan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelusuri penerima bansos yang diduga menggunakan bantuan untuk aktivitas judi online.
Menurutnya, kerja sama itu membantu pemerintah memastikan bansos disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jadi, saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar,” ujarnya.
Ia juga menyebut Kemensos bakal menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK guna dilakukan pencocokan data.
“Ini pelajaran yang paling penting. Nah, tahun ini kami akan juga mencoba untuk menyerahkan data-data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan, sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM-KPM yang terlibat di dalam bidang tersebut,” lanjut Gus Ipul.
Terkait sanksi bagi penerima bansos yang terindikasi bermain judi online, Gus Ipul menegaskan pencoretan kini bersifat permanen. Berbeda dengan tahun lalu, pemerintah sempat memberi kesempatan kedua kepada sebagian penerima bansos setelah dilakukan verifikasi.
“Sampai sekarang ya kita sudah, sudah permanen ya. Kemarin yang tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Kita beri sekali kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil cross-check memang mereka sangat membutuhkan. Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya,” ujarnya. []





![[Video] Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas 4,5 KM](https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/01/semeru-bnpb-75x75.jpeg)


















