ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C) Doni Monardo mendorong gerakan mitigasi vegetasi partisipasi bencana dan penanaman pohon.
Teranyar, gerakan mitigasi vegetasi tersebut dilakukan di Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (28/4).
Bunton dipilih sebagai lokasi penanaman bibit pohon karena desa tersebut pada 2006 pernah dilanda gempa dan tsunami yang sumbernya berasal dari selatan Pangandaran, Jawa Barat.
Ia mengatakan tidak sedikit juga desa-desa sepanjang pantai Cilacap terdampak tsunami pada 2006 sehingga menimbulkan korban jiwa kurang lebih 165 orang.
Di samping itu, Ramli Idris, sosok pemerhati lingkungan yang berasal dari Timor-Timor membantu memberikan bibit pohon jutun. Ia mengembangkan pembibitan berbagai jenis pohon di Banten.
Tsunami di Banten pada tahun 2018 lalu menjadi pengalaman sangat berharga baginya, bagaimana vegetasi yang berada di sepanjang pesisir pantai bisa membantu menyelamatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai.
Saat itu ia ikut membantu mengangkat korban yang meninggal dunia karena disapu gelombang tsunami.
Gempa dan tsunami adalah peristiwa yang berulang, kemungkinan pada periode puluhan dan mungkin ratusan tahun yang akan datang, peristiwa itu akan terulang kembali,” katanya.
“Mitigasi berbasis vegetasi merupakan salah satu upaya BNPB mengurangi risiko bencana serta sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo agar jangan sampai masyarakat menjadi korban ketika terjadi bencana, sehingga harus mempersiapkan diri lebih awal,” katanya.
Terkait dengan jenis vegetasi yang dipilih untuk upaya mitigasi, Doni mengatakan hal itu merupakan jenis-jenis vegetasi yang tepat untuk pesisir pantai, antara lain cemara udang, ketapang laut, pule, palaka, dan waru.
Kemudian ada juga beberapa jenis tanaman lain yang mampu bertahan jangka waktu sangat lama atau usianya bisa ratusan tahun serta memiliki akar yang kuat.
“Jadi kalau kita membangun sebuah vegetasi di sepanjang tepi pantai, artinya kita sudah bisa memberikan perlindungan untuk generasi-generasi yang akan datang,” katanya.
Oleh karena itu, kata dia, bangsa Indonesia masih membutuhkan jutaan pohon lagi untuk ditanam di sepanjang pantai, terutama untuk menghadapi abrasi dan potensi tsunami pada periode puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun yang akan datang.
Doni juga menjelaskan empat langkah dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pertama, kenali ancaman bencana di sekitar kita
























