ASPEK.ID, JAKARTA – Memasuki hari kelima, Rabu (13/1), tim SAR Gabungan kembali menemukan serpihan badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1) lalu.
Hasil temuan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
“Serpihan tersebut ditemukan di perairan sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu oleh kapal KN Trisula Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP),” kata Kapusdatin Basarnas Marsekal Pertama TNI Amirullah di Jakarta, Rabu (13/1).
Sebelumnya Basarnas akan fokuskan pencarian dan evakuasi korban, material dan kotak hitam jenis rekaman suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR).
Pada Selasa (12/1) kemarin, tim berhasil menemukan kotak hitam atau black box Flight Data Recorder (FDR) dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Selasa Sore (12/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Basarnas Bagus Puruhito mengatakan, pihaknya masih meneruskan pencarian korban, material atau serpihan dari badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, maupun kotak hitam jenis CVR.
“Dalam kegiatan untuk hari ini unsur yang terlibat hampir sama dengan kemarin. Personel yang diterjunkan masih sekitar 3.300 personel yang terlibat.
Kemudian untuk unsur kapal ada sebanyak 54 kapal, lalu kendaraan laut kecil sekitar 20 unit, dan pesawat yang stand by untuk melaksanakan kegiatan pencarian sebanyak 13 unit.






![[Foto] Serpihan Sriwijaya Air SJ182](https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-16.24.11-360x180.jpeg)












![[Foto] Serpihan Sriwijaya Air SJ182](https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-16.24.11-750x375.jpeg)


![[Foto] Antara Kesedihan dan Kerinduan Keluarga Korban Tsunami Aceh](https://aspek.id/wp-content/uploads/2019/12/tsunami-7-350x250.jpg)