ASPEK.ID, JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah. Untuk proyek tersebut, Freeport menyiapkan tambahan investasi hingga US$ 4 miliar atau sekitar Rp 71,2 triliun hingga 2033.
Nilai investasi tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 17.802 per US$. Berdasarkan laporan kinerja semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), hingga 30 Juni 2026, PTFI telah menggelontorkan sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 24,9 triliun untuk pengembangan tambang Kucing Liar.
Pengembangan tambang ini telah dilakukan sejak 2022. Awalnya, Kucing Liar ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Namun, target tersebut diundur menjadi 2029 setelah terjadi longsoran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025.
“Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang terletak di kawasan mineral Grasberg,” tulis laporan kinerja Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), dikutip Selasa (11/8/2026).
Setelah mulai beroperasi, produksi tambang Kucing Liar diproyeksikan meningkat secara bertahap atau ramp-up mulai sekitar 2030. Tambang ini ditargetkan mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Jika sudah beroperasi penuh, Kucing Liar diperkirakan mampu menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas setiap tahun.
Pengembangan tambang tersebut menjadi bagian dari strategi Freeport untuk menjaga kesinambungan produksi mineral di kawasan Grasberg, Papua Tengah.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas sebelumnya mengungkapkan perusahaan telah mengeluarkan investasi besar untuk mengembangkan tambang Kucing Liar. Hingga saat ini, dana yang telah dikucurkan mencapai US$ 1,4 miliar.
“Itu (investasi) untuk development (pengembangan). Jadi pengembangan tambang bawah tanah,” kata Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).
Tony menegaskan proyek Kucing Liar saat ini sudah berada pada tahap pengembangan, bukan sekadar persiapan.
“Pengembangan, bukan persiapan. Dikembangkan kan harus dibuka aksesnya dan lain sebagainya, itu bagian dari pengembangan,” kata dia.
Dengan pengembangan yang terus berjalan, tambang Kucing Liar diharapkan mulai beroperasi pada 2029 dan secara bertahap meningkatkan produksinya hingga mencapai kapasitas penuh. []
















