Staf Khusus Menteri BUMN Arya membuka opsi menutup PT Garuda Indonesia Tbk. apabila negosiasi dan program restrukturisasi tak membuahkan hasil.
Arya menjelaskan kementerian di bawah Erick Thohir saat ini sedang melakukan sejumlah pembenahan terhadap perusahaan BUMN yang tidak sehat.
Sebagai tindak lanjutnya, Kementerian BUMN hanya meminta alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi perusahaan pelat merah yang menjalankan proyek penugasan dan bukan untuk menutupi hutang mereka.
“Garuda misalnya kalau enggak bisa ya udah kita hentikan saja. Jangan karena kita sentimentil dan sebagainya kita akhirnya ya udah masukkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara [APBN] ke dalam. Setop hal-hal begitu. Makanya setiap PMN sudah tidak lagi tidak untuk menutupi kerugian. Tapi kalau penugasan kami minta PMN. Kalau bukan lebih baik kita tutup,” ujarnya dalam akun YouTube Indonesia Lawyers Club, Sabtu (30/10/2021)
Menurutnya persoalan yang terjadi di tubuh Garuda sudah sangat serius dan dalam. Arya menjelaskan maskapai pelat merah tersebut terlalu ugal-ugalan dalam menyewa pesawat.
Apalagi tarif sewanya menjadi yang paling mahal di dunia. Belum lagi, ketika memiliki pesawat setiap terbang tetap saja merugi.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, Arya menyebut sebaiknya, Garuda tak lagi menerbangkan pesawat. Bahkan sebaiknya memulangkan sejumlah pesawat yang disewa kepada lessor.
“Sekarang kita masuk dalam tahap negosiasi. Kalau mereka nggak mau negosiasi ya sudah tutup saja [Garuda]. nggak usah takut dengan sentimental sejarah-sejarah panjang, tapi harus rasional. Jangan lagi ragu,” jelasnya.
















