ASPEK.ID, JAKARTA – Google menyetujui 85% permintaan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh setelah kantornya dibuka kembali sepenuhnya.
Google mencoba pendekatan hibrida untuk kembali beroperasi dari pandemi. Google meminta sebagian besar stafnya kembali bekerja di kantor dan membiarkan beberapa di antaranya bekerja dari tempat lain.
Selama beberapa bulan terakhir, sekitar 10.000 karyawan mengajukan permohonan untuk bekerja dari jarak jauh atau bekerja dari rumah.
Google menolak 15% dari pelamar karena pekerjaan itu membutuhkan peralatan khusus atau tatap muka dengan pelanggan, tulis Fiona Cicconi, Kepala Sumber Daya Manusia Google, dalam e-mail kepada staf.
“Dan beberapa organisasi telah membuat komitmen untuk berinvestasi di lokasi pertumbuhan utama dan bekerja untuk membangun tim dan massa kritis mereka di pusat-pusat tertentu itu,” tambah Cicconi, Selasa (3/8/2021).
Cicconi mengatakan bahwa pemohon yang ditolak dapat mengajukan permohonan kembali untuk pekerjaan jarak jauh atau transfer. Awal tahun ini, perusahaan telah menetapkan September sebagai tanggal kembali bekerja.
Minggu lalu, Google menundanya kembali hingga 18 Oktober 2021 dan mengumumkan bahwa semua staf yang kembali, termasuk tenaga kerja kontraknya yang besar, perlu menunjukkan bukti vaksinasi.
























