ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil sikap tegas menyusul aksi mogok jualan pedagang daging sapi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1).
Aksi tersebut diduga dipicu oleh tingginya harga sapi dari perusahaan penggemukan (feedloter) yang dinilai melampaui harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini membuat pedagang kesulitan menjual daging dengan harga wajar di tingkat konsumen.
“Kami sudah bahas tadi, dan bahkan tadi malam langsung kami tindaklanjuti aksi mogok. Tadi katanya, menurut laporan, itu harga dari feedloter, dari apa namanya itu penggemukan, itu di atas harga yang telah ditetapkan dijualkan,” kata Amran dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1).
Amran menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik usaha yang sengaja memainkan harga hingga memicu keresahan di masyarakat. Ia bahkan menyatakan siap mencabut izin usaha perusahaan penggemukan sapi yang terbukti melanggar ketentuan.
“Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut. Kenapa? Impornya sapi bakalan itu dari saya. Aku pastikan cabut dan tidak akan berikan. Itu tegas,” ujarnya.
Menurut Amran, langkah keras tersebut diperlukan untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas pasokan daging sapi nasional, terutama di tengah kebutuhan pangan yang harus tetap terjaga.
Ia menekankan bahwa izin impor sapi bakalan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Pertanian. Dengan demikian, pemerintah memiliki instrumen kuat untuk menindak feedloter yang tidak patuh terhadap aturan harga dan tata niaga yang telah disepakati bersama.
Amran juga mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku usaha, termasuk izin impor sekitar 700 ribu ekor sapi bakalan. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk meraup keuntungan berlebihan yang justru memicu gejolak di tingkat pedagang dan konsumen.
“Para pengusaha bakalan sapi 700 ribu ekor ya, aku hafal angkanya, kalau coba-coba aku sudah berbuat baik, dan aku tanya tadi, apa ada pungutan di Kementerian Pertanian, sampai Anda impor bakalan tidak dapat, apa ada pak. Lalu apa masalahnya?,” ujarnya.
Pemerintah, kata Amran, akan terus mengawasi rantai pasok dan harga daging sapi agar tetap sesuai ketentuan, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tidak dirugikan oleh ulah segelintir pelaku usaha. []























