ASPEK.ID, BANDA ACEH – Operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh terhenti akibat dana operasional yang belum dicairkan.
Tidak hanya terjadi di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, penghentian layanan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh. Total puluhan dapur MBG dilaporkan menghentikan aktivitas sambil menunggu kejelasan pencairan anggaran.
Di Banda Aceh, sedikitnya tujuh SPPG dilaporkan sudah tidak beroperasi. Kondisi serupa terjadi di Aceh Besar, di mana 27 dapur MBG menghentikan layanan karena mengalami kendala yang sama.
Pengelola dapur mengaku kesulitan melanjutkan operasional karena biaya pengadaan bahan makanan, distribusi, hingga kebutuhan harian lainnya belum dapat ditutupi tanpa pencairan dana dari pihak terkait.
“Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat,” ujar Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, Senin (8/6).
Meski layanan dihentikan sementara, para pengelola berharap persoalan administrasi dan pencairan anggaran dapat segera diselesaikan agar program MBG kembali berjalan normal. Pasalnya, program tersebut selama ini menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi peserta didik di berbagai daerah.
Sejumlah pihak terkait di Aceh kini menunggu langkah dan kebijakan dari pemerintah pusat serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.
Sebelumnya, operasional dapur MBG di Banda Aceh dan Aceh Besar dilaporkan berhenti setelah dana yang seharusnya digunakan untuk menjalankan program belum diterima. Situasi serupa juga terjadi di beberapa daerah lain sehingga jumlah SPPG yang terdampak bertambah menjadi puluhan unit di seluruh Aceh.
Pengelola berharap pencairan dana dapat segera dilakukan agar distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat tidak terganggu lebih lama. []






















