• Latest
  • Trending
Usai Kumpulkan Mantan Presiden, Prabowo Undang Megawati Secara Khusus

Hasto: Mega-Prabowo Bertemu di Harlah Pancasila Bahas Arah Masa Depan RI

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Hasto: Mega-Prabowo Bertemu di Harlah Pancasila Bahas Arah Masa Depan RI

by Muhammad Fadhil
Juni 1, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Usai Kumpulkan Mantan Presiden, Prabowo Undang Megawati Secara Khusus

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri saat jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (31/8). (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

ASPEK.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam upacara Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk membicarakan berbagai persoalan strategis bangsa.

Menurut Hasto, kehadiran Megawati dalam upacara tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Ia menyebut hubungan personal yang baik antara Megawati dan Prabowo menjadi modal penting dalam membangun komunikasi mengenai masa depan Indonesia.

“Tentu ini juga menjadi momentum yang baik bagi para pemimpin bangsa, pemimpin negara, pemimpin pemerintahan untuk bertemu seperti antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto kepada wartawan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

BacaJuga

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

“Beliau adalah Presiden kelima yang punya banyak pengalaman dan juga memiliki hubungan baik kedekatan secara personal dengan Presiden Prabowo,” sambungnya.

Hasto berharap pertemuan keduanya tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga menghasilkan pembahasan mendalam terkait arah pembangunan dan masa depan bangsa.

“Sehingga pertemuan itu kita harapkan akan membahas hal-hal yang strategis tentang berbagai arah bangsa dan negara ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, Hasto menegaskan pertemuan Megawati dan Prabowo tidak mengubah posisi politik PDIP. Ia mengatakan sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal istilah oposisi secara formal.

Menurut dia, PDIP tetap menjalankan fungsi penyeimbang dalam demokrasi, sebagaimana juga dihormati oleh Prabowo.

“Kita kan tidak mengenal adanya oposisi dalam konstitusi pemerintahan negara kita. Bahkan dalam pidato Presiden Prabowo yang tadi juga saya kutip, beliau menghormati posisi PDI Perjuangan sebagai penyeimbang,” jelas Hasto.

Ia lalu menyinggung pentingnya mekanisme check and balances dalam sistem demokrasi. Hasto menilai kritik terhadap pemerintah harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

“Presiden Prabowo menegaskan dalam rapat paripurna DPR bahwa demokrasi memerlukan check and balances, demokrasi memerlukan kritik,” tuturnya.

“Suara kritis itu terkandung kebenaran. Suara kritis itu muncul dari rasa cinta agar pemerintahan negara itu bisa berjalan dengan baik. Karena itulah sebaiknya kita mendengarkan berbagai masukan-masukan suara kritis jangan kemudian dibungkam dengan menggunakan pasal-pasal karet ya di dalam hukum,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bagi PDIP tidak hanya dimaknai dari sisi sejarah, tetapi juga sebagai pengingat terhadap nilai-nilai keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ia menyebut Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran yang berpihak kepada petani, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap ketimpangan ekonomi.

“Pancasila itu berpihak dari narasi falsafah manusia yang diambil dari kaum Marhaen, rakyat petani, buruh, nelayan, mereka yang miskin dan yang menjadi korban dari sistem kapitalisme global,” imbuh Hasto.

“Arahan Ibu Ketua Umum sangat jelas bahwa memperingati Pancasila bukan dilihat dari aspek historisnya semata, tapi memahami seluruh falsafahnya, narasi dan spirit pembebasan. Karena Pancasila itu lahir sebagai suatu kontemplasi ideologis terhadap harapan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan yang sejati,” pungkasnya. []

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

  ASPEK.ID, JAKARTA - Merayakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis...

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal, mendatangi kantor Kementerian Agraria dan...

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

ASPEK.IF, JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kesiapannya mengawal stabilitas sektor finansial agar semakin berdampak langsung pada pembangunan nasional.  ...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In