• Latest
  • Trending

Ini Syarat Indonesia Jadi Negara Maju

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Zulhas: HET Minyakita Naik Minggu Depan

Zulhas Akui Ada Program Pemerintah Belum Optimal

Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan BUMN Dipangkas

Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan BUMN Dipangkas

Kenapa Upacara Bendera Selalu Digelar Setiap Senin? Ini Alasannya

Kenapa Upacara Bendera Selalu Digelar Setiap Senin? Ini Alasannya

Cerita Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar

Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi KNKT Soal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Garudayaksa FC Boyong Paulo Ricardo dari Persija

Garudayaksa FC Boyong Paulo Ricardo dari Persija

Malaysia Airlines Terancam Tutup

Malaysia Airlines Wajibkan 1.260 Pilot Tes Narkoba Usai Kopilot Ditangkap di Soetta

Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Ini yang Dibahas

Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Ini yang Dibahas

Selama Covid, Airbus Ekspor 560 Pesawat Kalahkan Boeing

Pesawat Terbesar di Dunia Mendarat Mulus di Soekarno Hatta

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Survei IPO Ungkap Menteri Berkinerja Positif dan Negatif

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Rp 1 Tarif MRT, LRT & Transjakarta, pada 17 Agustus

Daftar Lengkap Reshuffle Pejabat yang Dilantik Prabowo

PKS Dorong Prabowo Pilih Profesional untuk Kabinet: Tak Harus Orang Partai

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 10, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ini Syarat Indonesia Jadi Negara Maju

by Aspek
Oktober 4, 2019
in TEKNOLOGI

ASPEK.ID, BANDA ACEH – Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus mampu masuk kategori tingkat innovation-driven economy. Indonesia masih mempunyai peluang karena salah satu di antaranya Indonesia sedang mengalami bonus demografi sampai dengan tahun 2030.

Demikian sebut Kepala BPPT Hammam Riza dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis (3/10/2019)

“Indonesia memang sempat mengalami ‘kejayaan Iptek’ melalui lompatan teknologi yang dimulai oleh Pendiri BPPT sekaligus Presiden ke-3 RI yang dijuluki sebagai ‘Bapak Teknologi’ Bacharuddin Jusuf Habibie. Lompatan teknologi yang dilakukan BJ Habibie saat itu berfokus pada industri pesawat terbang,” ungkap Hammam.

BacaJuga

Pesawat Terbesar di Dunia Mendarat Mulus di Soekarno Hatta

Indonesia Masuk Negara Internet Termurah di Dunia

Elon Musk Akan Bangun Pabrik Chip AI Terbesar di Texas

Inovasi AI Rawan Dipake Pelaku Kejahatan Siber

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Hammam menuturkan, kisah itu diawali dari keyakinan BJ Habibie bahwa jika sektor industri ini telah dikuasai, maka penguasaan terhadap industri lainnya akan jauh lebih mudah.

“Bapak BJ Habibie berkeyakinan bahwa bila kita mampu menguasai industri pesawat terbang maka akan mudah dan lebih cepat untuk menguasai industri di bawahnya,” jelas Hammam.

Hammam berharap Indonesia mampu menyiapkan SDM Iptek yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0, karena tantangan ini kini telah dimulai.

“Saat ini kita sudah memasuki Industri 4.0, kondisi industri yang merepresentasikan revolusi ke-4 yang telah terjadi di bidang manufacturing,” imbuhnya.

Baca Juga: BPPT: Atasi Karhutla dengan TMC

Kepala BPPT Kenang Habibie di Puspiptek

Pindad dan BPPT Kembangkan Mesin Hitung Mortir

Tantangan ini dimulai dari revolusi ke-3, berupa adopsi komputer-komputer dan otomasi, serta sistem cerdas dan otonomus yang didorong dengan data dan machine-learning, untuk selanjutnya menuju deep learning. Indonesia saat ini pun telah menyiapkan strategi ‘Making Indonesia 4.0’ untuk menghadapi pola teknologi industri berbasis otomasi dan pertukaran data atau disebut Industri 4.0.

“Industri 4.0 ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Lalu menghasilkan ‘pabrik cerdas’, berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat,” kata Hammam.

Hammam menambahkan, ada 5 teknologi kunci yang memiliki peranan dalam industri 4.0, yakni AR/VR, advanced robotics, 3D printing (physical layer), IoT (connectivity layer), dan AI (logical layer).

Kemudian ada tiga hal lainnya yang juga menjadi poin krusial terkait teknologi masa depan, meliputi IoT, Big Data dan AI.

“Data collection melalui IoT, data capture, storage dan analysis melalui Big Data, dan data based learning melalui Artificial Intelligence (AI). Ketiga hal tersebut saling berinterseksi dengan machine learning, neural network, dan deep learning,” tutur Hammam.

Peran Big Data menjadi sangat penting dengan semakin mudahnya mengumpulkan data-data melalui IoT.

“Karena data yang terkumpul itu begitu besar jumlahnya, tidak mungkin lagi diproses secara manual, maka diperlukan AI agar data-data tersebut menjadi suatu insight yang bermanfaat,” papar Hammam.

Untuk itu, Hammam menegaskan lembaga pendidikan yakni Universitas memiliki peranan penting dalam mempersiapkan SDM yang mumpuni dan mampu menguasai Iptek agar mampu menghadapi Revolusi industri 4.0.

“Untuk itu, sejak dini perlu disiapkan SDM unggul yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan menjadi fondasi utama pengerak kemajuan bangsa. Seperti di negara-negara maju Jepang, Korea, Singapura yang tidak memiliki sumberdaya alam seperti Indonesia, tetapi dapat menjadi negara maju,” tegas Hammam.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai sejak tahun 2019 hingga 2021, pembangunan riset dan teknologi nasional menjadi semakin suram,...

INKA dan BPPT Siap Produksi Kereta Cepat

PT INKA (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), beberapa perguruan tinggi dan perusahaan tengah mempersiapkan untuk membuat kereta cepat...

BPPT & Konsorsium Siap Terbangkan Drone PUNA Elang Hitam

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan kehadiraan PUNA Elang Hitam merupakan upaya lompatan teknologi menjangkau teknologi maju di masa...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In