Real Estat Indonesia (REI) masih menunggu pemerintah dalam menyiapkan skema peluang investasi asing terutama dengan skema public private partnership (PPP) di proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah menunjuk REI untuk ikut serta mendukung pembangunan IKN baru.
Rencana pembangunan properti yang disiapkan di IKN meliputi hunian, perkantoran komersial, fasilitas umum, dan infrastruktur. REI yang berada dalam naungan Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) juga akan menggandeng pengembang (developer) luar negeri.
REI mengklaim telah melakukan international roadshow campaign yang berlangsung selama dua bulan ini untuk menarik investor asing dalam berinvestasi di program pembangunan IKN Nusantara.
Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan REI sudah melakukan sosialisasi ke investor mancanegara dari tahun 2020 hingga 2021 baik melalui kunjungan fisik dan sosialisasi di webinar internasional
“Sejak awal 2020, kami sudah merangkul para strategic stakeholders dari berbagai belahan dunia dalam rangka mensosialisasikan program pembangunan ibu kota Nusantara ini. Kami sudah memantapkan kerjasama dengan menggandeng berbagai stakeholders investasi dan pembangunan dunia,” ujarnya, Ahad (13/2/2022).
Rusmin menuturkan pada prinsipnya para calon investor baik dari Asia, Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah, ingin ikut terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara.
Adapun bentuk keterlibatan calon investor ini bermacam-macam mulai dari pembiayaan, permodalan, dan kerja sama terbatas aktif dengan pola joint venture (JV) atau joint operation (JO) dengan perusahaan lokal.
Rusmin mengungkapkan para calon investor ini tertarik untuk membangun properti seperti perumahan, perkantoran, retail, hotel, kawasan industri termasuk industri agro, pendidikan, dan theme park.
“Mereka pada prinsipnya ikut terlibat, arahan Menteri Bappenas meminta untuk bisa menggandeng perusahaan nasional. Proyeknya mulai dari properti seperti residensial, rumah, ritel, pendidikan, perkantoran, infrastruktur, energi baru terbarukan (EBT), dan termasuk investasi berbau teknologi,” katanya disadur dari Bisnis.
Rusmin menuturkan selama melakukan international roadshow campaign yang berlangsung selama dua bulan ini, hampir semua calon investor menyatakan minatnya dalam berinvestasi di program pembangunan IKN.
Terdapat persyaratan utama agar investasi ini dapat terealisasikan yakni adanya kepastian dan kerangka hukum yang jelas, skema public private partnership (PPP) yang menarik serta feasible dari sisi bisnis. Saat ini, REI sedang menunggu kesiapan pemerintah dalam menyiapkan skema peluang investasi terutama dengan skema PPP.
“Semoga harapan pemerintah agar mega proyek IKN ini bisa 80%nya dibiayai oleh sektor swasta nasional maupun swasta asing dapat tercapai dan kami memang mendorong agar investor asing bisa bekerja sama menggandeng mitra lokal yang sudah teruji dalam membangun kota kota baru di Tanah Air dan bahkan Mancanegara,” ucapnya
























