ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter Aesthetic Anti Aging dan Sexologist Specialist, dr. Haikal Anshari, mengatakan bahwa menyentuh barang atau benda yang terinfeksi virus Corona tidak akan membuat seseorang menjadi sakit.
Namun, menyentuh barang atau benda tersebut dikatakan dr. Haikal harus dilakukan dengan aturan yang dianjurkan agar tidak sampai tertular atau positif terinfeksi.
Seperti diketahui, aksi dua orang yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan beberapa waktu lalu karena takut terinfeksi virus Corona atau Covid-19, viral dan menjadi perbincangan.
Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019.
“Asalkan kita tidak menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik. Virus corona menular melalui droplet atau percikan cairan yang mengandung virus,” kata dr. Haikal sebagaimana dilansir dari laman Okezone, Sabtu (4/4/2020).
Dokter Haikal mengatakan droplet dapat keluar pada saat seseorang sedang batuk, bersin bahkan berbicara. Penyakit ini juga bisa menular melalui tangan yang belum dicuci saat menyentuh area wajah dan bukan melalui udara.
“Inilah mengapa seseorang diwajibkan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak minimal satu meter. Jika lebih dari satu meter, virus ini akan jatuh dan tidak melayang-layang di udara,” jelasnya.
Selain menggunakan APD lengkap, saat ini banyak masyarakat yang menyemprotkan disinfektan di seluruh tubuh. Masyarakat melakukan hal ini karena percaya bahwa virus yang menempel pada tubuh manusia akan mati terbunuh.
“Disinfektan tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh. Bahkan menyemprotkan cairan tersebut akan mengganggu mukosa dalam tubuh. Misalkan mata dan mulut. Tidak ada rekomendasi WHO untuk menggunakan disinfektan ke tubuh manusia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dr. Haikal mengatakan, disinfektan bukan untuk digunakan langsung ke manusia tapi zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup.
Disinfektan ditemukan pada produk pembersih lantai, dapur dan pembersih rumah tangga lainnya. Bahkan sejumlah disinfektan mengandung bahan kimia kuat dan berbahaya. Penggunaan disinfektan pada manusia sangat tidak dianjurkan.
Berikut 4 cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghindari virus corona dan tidak menularkannya pada orang lain.
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
2. Lakukan physical distancing atau tetap di rumah dan tidak keluar jika tidak perlu.
3. Terapkan etika batuk atau bersin dengan tisu atau lengan baju atas untuk menutup mulut dan hidung.
4. Pahami bahwa alat pelindung diri (APD) hanya digunakan oleh tenaga medis.
Update Jumlah Korban
Hingga Sabtu (3/4) siang, berdasarkan data Coronavirus Covid-19 Global Cases by the CSSE at Johns Hopkins University, 204 negara di seluruh dunia dikonfirmasi telah terjangkit dengan jumlah 1.100.283 kasus. Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 58.929 kasus, sedangkan 226.669 di antaranya berhasil sembuh.
Negara dengan jumlah kasus tertinggi ditempati oleh Amerika Serikat dengan 277.965 kasus, 7.159 kematian dan 9.897 yang dinyatakan sembuh.
Lalu, negara dengan kasus tertinggi kedua adalah Italia dengan 119.827 kasus. Namun, Italia memiliki kasus kematian tertinggi di dunia dengan total 14.681 dan 19.758 yang sudah sembuh.
Kemudian kasus tertinggi ketiga adalah Spanyol dengan 119.199 kasus. Kasus kematiannya mencapai 11.198 kasus dan yang sembuh sudah lebih dari 30.000. Sebagai negara awal di mana virus ini ditemukan, China justru sudah berada di posisi kelima dengan 82.526 kasus.
Di Indonesia, hingga 4 April 2020 pukul 16.00 WIB, sudah ada total kasus positif Covid-19 sebanyak 2.092 kasus. 1.751 pasien masih dalam perawatan dan 150 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 191 pasien meninggal dunia.











