• Latest
  • Trending
Bantu Penanggulangan Covid-19, Atjeh Connection Foundation Sumbang APD

Jangan Berlebihan, Corona Tak Menular dari Benda yang Terinfeksi

Komitmen Pelindo III Soal Pungli

Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan Logistik Percepat Dekarbonisasi

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Hasil Kajian: Sebagian Besar BBM Bersubsidi Salah Sasaran Bertahun-tahun

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rp 2.322 Triliun Target Investasi RI pada 2027

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 6,4 Hentak Sumut Terasa Juga di Aceh

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

111 Gempa Susulan Pascagempa 7,7 di NTT

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di NTT, Magnitudo hingga 6,8

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Telah Tutup 290 BUMN

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Sejumlah Jalan di NTT Tertutup Longsor Imbas Gempa M 7

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Istri di Jawa Timur Ditangkap Usai Potong Kelamin Suami

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jangan Berlebihan, Corona Tak Menular dari Benda yang Terinfeksi

by Zamzami Ali
April 4, 2020
in LIFESTYLE, TERPOPULER
Bantu Penanggulangan Covid-19, Atjeh Connection Foundation Sumbang APD

[Dok. Atjeh Connection Foundation]

ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter Aesthetic Anti Aging dan Sexologist Specialist, dr. Haikal Anshari, mengatakan bahwa menyentuh barang atau benda yang terinfeksi virus Corona tidak akan membuat seseorang menjadi sakit.

Namun, menyentuh barang atau benda tersebut dikatakan dr. Haikal harus dilakukan dengan aturan yang dianjurkan agar tidak sampai tertular atau positif terinfeksi.

Seperti diketahui, aksi dua orang yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan beberapa waktu lalu karena takut terinfeksi virus Corona atau Covid-19, viral dan menjadi perbincangan.

BacaJuga

111 Gempa Susulan Pascagempa 7,7 di NTT

Potensi Tsunami di NTT Berakhir Bukan Dicabut, BMKG Minta Warga Waspadai Gempa Susulan

Gempa 7,7 NTT Karena Sesar Naik Busur Belakang Flores

Skill Mismatch Penyebab Terbanyak Sarjana jadi Penganggur

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019.

“Asalkan kita tidak menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik. Virus corona menular melalui droplet atau percikan cairan yang mengandung virus,” kata dr. Haikal sebagaimana dilansir dari laman Okezone, Sabtu (4/4/2020).

Dokter Haikal mengatakan droplet dapat keluar pada saat seseorang sedang batuk, bersin bahkan berbicara. Penyakit ini juga bisa menular melalui tangan yang belum dicuci saat menyentuh area wajah dan bukan melalui udara.

“Inilah mengapa seseorang diwajibkan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak minimal satu meter. Jika lebih dari satu meter, virus ini akan jatuh dan tidak melayang-layang di udara,” jelasnya.

Selain menggunakan APD lengkap, saat ini banyak masyarakat yang menyemprotkan disinfektan di seluruh tubuh. Masyarakat melakukan hal ini karena percaya bahwa virus yang menempel pada tubuh manusia akan mati terbunuh.

“Disinfektan tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh. Bahkan menyemprotkan cairan tersebut akan mengganggu mukosa dalam tubuh. Misalkan mata dan mulut. Tidak ada rekomendasi WHO untuk menggunakan disinfektan ke tubuh manusia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dr. Haikal mengatakan, disinfektan bukan untuk digunakan langsung ke manusia tapi zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup.

Disinfektan ditemukan pada produk pembersih lantai, dapur dan pembersih rumah tangga lainnya. Bahkan sejumlah disinfektan mengandung bahan kimia kuat dan berbahaya. Penggunaan disinfektan pada manusia sangat tidak dianjurkan.

Berikut 4 cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghindari virus corona dan tidak menularkannya pada orang lain.

1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

2. Lakukan physical distancing atau tetap di rumah dan tidak keluar jika tidak perlu.

3. Terapkan etika batuk atau bersin dengan tisu atau lengan baju atas untuk menutup mulut dan hidung.

4. Pahami bahwa alat pelindung diri (APD) hanya digunakan oleh tenaga medis.

Update Jumlah Korban

Hingga Sabtu (3/4) siang, berdasarkan data Coronavirus Covid-19 Global Cases by the CSSE at Johns Hopkins University, 204 negara di seluruh dunia dikonfirmasi telah terjangkit dengan jumlah 1.100.283 kasus. Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 58.929 kasus, sedangkan 226.669 di antaranya berhasil sembuh.

Negara dengan jumlah kasus tertinggi ditempati oleh Amerika Serikat dengan 277.965 kasus, 7.159 kematian dan 9.897 yang dinyatakan sembuh.

Lalu, negara dengan kasus tertinggi kedua adalah Italia dengan 119.827 kasus. Namun, Italia memiliki kasus kematian tertinggi di dunia dengan total 14.681 dan 19.758 yang sudah sembuh.

Kemudian kasus tertinggi ketiga adalah Spanyol dengan 119.199 kasus. Kasus kematiannya mencapai 11.198 kasus dan yang sembuh sudah lebih dari 30.000. Sebagai negara awal di mana virus ini ditemukan, China justru sudah berada di posisi kelima dengan 82.526 kasus.

Di Indonesia,  hingga 4 April 2020 pukul 16.00 WIB, sudah ada total kasus positif Covid-19 sebanyak 2.092 kasus. 1.751 pasien masih dalam perawatan dan 150 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 191 pasien meninggal dunia.

Komentar
Share182Tweet77SendShareShare21Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Cara Efektif Cegah Covid-19: Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina & Isolasi

Vaksinasi Lengkap Terbukti Kurangi Risiko Terburuk COVID-19 Hingga Kematian

Hasil penelitian dari data sampel rumah sakit rujukan COVID-19, RSPI Sulianti Saroso, terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di ICU menunjukkan...

Ini 5 Tingkat Gejala Covid-19

Konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Data per hari ini (3/2) menunjukkan konfirmasi positif di Indonesia menembus angka...

Varian Covid-19 Delta dari India Terindikasi di Kudus

Analisis Dokter Soal Penyebaran Covid-19 Melalui Udara di Sekolah

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bagaimana Covid-19  bisa menular melalui udara. Ia menganalisis kasus Covid-19 di sekolah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In