• Latest
  • Trending
Kepala Komunikasi, Tapi Gagal Berkomunikasi?

Kepala Komunikasi, Tapi Gagal Berkomunikasi?

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Eks Kepala PPATK Sebut Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat

Piala Dunia 2026: Prancis Bungkam Senegal dengan Skor 3-1

Mbappe Bidik “Golden Boot” Piala Dunia saat Hadapi Inggris

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Milisi Irak Pasang Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Donald Trump

Demokrat: Semeru Meletus Tanpa Peringatan Dini; Panggil Menteri ESDM

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Pagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Konflik Antarwarga di NTT Pecah, 3 Orang Meninggal dan Rumah Dibakar

Konflik Antarwarga di NTT Pecah, 3 Orang Meninggal dan Rumah Dibakar

Sosok Ibrahim Al Abrar, Siswa SD di Boyolali Penemu Celah Keamanan NASA

Sosok Ibrahim Al Abrar, Siswa SD di Boyolali Penemu Celah Keamanan NASA

Foto Lawas Messi dan Bayi Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia

UNICEF Ungkap Cerita di Balik Foto Messi dan Bayi Lamine Yamal

Bisnis SMS dan Telepon Turun, Telkom Indonesia Masih Laba Rp 16,46 T

Danantara Siapkan Telkom Enterprise Jadi Integrator Bisnis, Bidik Pertumbuhan hingga 30%

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

Hotman Paris Siap Ambil Risiko Bela Febrie Adriansyah

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

BGN Masih Kaji soal Rencana Setop MBG buat Anak Orang Kaya

Dramatis! Tembakan Warnai Penangkapan Dua Tersangka Sabu di Bireuen

Bos Perusahaan Meninggal dengan Luka Tembak di Hotel Jakarta Selatan

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Prabowo Beri Waktu 30 Hari ke BGN untuk Benahi MBG

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kepala Komunikasi, Tapi Gagal Berkomunikasi?

by REDAKSI
Juli 18, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, OPINI
Kepala Komunikasi, Tapi Gagal Berkomunikasi?

Socrates pernah mengingatkan, kebijaksanaan tidak lahir dari hasrat untuk selalu menjawab, melainkan dari kesediaan untuk memahami. Dalam komunikasi publik, prinsip itu bahkan lebih sederhana, “orang yang ingin didengar, harus lebih dulu mampu mendengar.”

Ironisnya, pelajaran itu seolah menguap ketika Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, berdebat dengan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa UI di sebuah televisi nasional.

Yang viral bukan kekuatan argumennya.

BacaJuga

Eks Kepala PPATK Sebut Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat

Mbappe Bidik “Golden Boot” Piala Dunia saat Hadapi Inggris

Milisi Irak Pasang Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Donald Trump

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Pagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Konflik Antarwarga di NTT Pecah, 3 Orang Meninggal dan Rumah Dibakar

Sosok Ibrahim Al Abrar, Siswa SD di Boyolali Penemu Celah Keamanan NASA

Yang menjadi perbincangan justru cara berkomunikasinya.

Potongan demi potongan interupsi. Pertanyaan yang berulang, “mana datanya?”. Ruang dialog yang berubah menjadi arena pembuktian. Pada titik itu, publik berhenti menilai isi perdebatan. Yang mereka nilai adalah bagaimana pemerintah memilih berbicara kepada rakyatnya.

Di situlah persoalannya.

Seorang Kepala Badan Komunikasi bukan sekadar pejabat yang pandai berbicara. Ia adalah representasi bagaimana negara mendengar, menjelaskan, dan merespons kritik. Ketika yang tampil justru kesan defensif, gemar menyela, dan lebih sibuk menguji lawan bicara daripada memahami kegelisahannya, publik menangkap sinyal yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah debat televisi.

Komunikasi berubah menjadi relasi kuasa.

Yang satu bertanya.

Yang lain seolah sedang diuji.

Padahal komunikasi negara bukan sidang skripsi, apalagi ruang interogasi. Rakyat bukan peserta ujian yang setiap keresahannya harus disertai tabel, grafik, dan statistik agar layak didengar.

Tentu data penting. Sangat penting.

Tetapi dalam komunikasi publik, data adalah alat menjelaskan, bukan senjata untuk membungkam. Sebab keresahan masyarakat sering kali hadir lebih dulu daripada angka-angka yang kemudian membuktikannya.

Ironi terbesar justru ada pada lahirnya Badan Komunikasi Pemerintah itu sendiri. Lembaga ini dibentuk karena pemerintah menyadari satu hal, “kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui cara berkomunikasi.”

Namun ketika wajah komunikasi pemerintah tampil layaknya peserta lomba debat yang sibuk mengejar kemenangan argumentasi, publik melihat paradoks yang sulit diabaikan. Negara tampak lebih ingin memenangkan perdebatan daripada memenangkan kepercayaan.

Dalam ilmu komunikasi politik, kredibilitas berdiri di atas tiga kaki: kompetensi, empati, dan integritas. Kompetensi membuat orang percaya bahwa pejabat memahami persoalan. Integritas membuat publik yakin ia jujur. Tetapi empati membuat masyarakat merasa dihargai.

Tanpa empati, kompetensi mudah berubah menjadi kesombongan intelektual.

Tanpa kemampuan mendengar, komunikasi hanya menjadi monolog yang dipaksakan kepada publik.

Karena itu, ukuran keberhasilan Kepala Badan Komunikasi bukanlah seberapa sering ia berhasil mematahkan argumen lawan di televisi.

Melainkan seberapa banyak masyarakat merasa dipahami setelah mendengar penjelasannya.

Sebab sejarah komunikasi politik mengajarkan satu hal yang sederhana, “pemerintah jarang kehilangan legitimasi karena kekurangan data. Pemerintah kehilangan legitimasi ketika rakyat merasa tidak lagi didengar.”

Dan jika wajah komunikasi pemerintah justru membuat perasaan itu semakin kuat, maka yang layak dievaluasi bukan hanya gaya komunikasinya, tetapi juga apakah figur yang memimpin komunikasi negara masih tepat untuk menjalankan mandat tersebut.

OPINIO REDAKSI

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Eks Kepala PPATK Sebut Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat

ASPEK.ID, JAKARTA - Ahli hukum perbankan sekaligus mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein, menilai dugaan...

Piala Dunia 2026: Prancis Bungkam Senegal dengan Skor 3-1

Mbappe Bidik “Golden Boot” Piala Dunia saat Hadapi Inggris

ASPEK.ID - Pelatih Prancis Didier Deschamps memastikan Kylian Mbappe siap tampil menghadapi Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia,...

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Milisi Irak Pasang Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Donald Trump

ASPEK.ID, JAKARTA - Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengumumkan hadiah sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 179,4 miliar bagi...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Eks Kepala PPATK Sebut Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat

Piala Dunia 2026: Prancis Bungkam Senegal dengan Skor 3-1

Mbappe Bidik “Golden Boot” Piala Dunia saat Hadapi Inggris

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Milisi Irak Pasang Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Donald Trump

Demokrat: Semeru Meletus Tanpa Peringatan Dini; Panggil Menteri ESDM

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Pagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In