• Latest
  • Trending

Kisah Pilot Saat Pandemi, Angkut Vaksin hingga Pernah Bawa 1 Penumpang

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Bankir Kompak Minta Gubernur BI Baru Jaga Kepercayaan Pasar dan Nilai Tukar

Pencuri Gasak 177 Blangko Buku Nikah dari KUA Cirebon

Pencuri Gasak 177 Blangko Buku Nikah dari KUA Cirebon

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Dicecar soal Uang Hasil Penggeledahan

Burhanuddin Abdullah Diisukan Jadi Calon Gubernur BI, Airlangga Buka Suara

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Kanit Narkoba Tangsel dan Anggota Polda Aceh Jadi Tersangka Etomidate

Gubernur Pramono Bertemu Seskab Teddy Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Gubernur Pramono Bertemu Seskab Teddy Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kisah Pilot Saat Pandemi, Angkut Vaksin hingga Pernah Bawa 1 Penumpang

by Zamzami Ali
Mei 18, 2021
in EKONOMI

Ilustrasi pesawat terbang. [iStockphoto]

ASPEK.ID, JAKARTA – Selama mewabahnya pandemi Covid-19, bisnis yang digeluti oleh maskapai penerbangan babak-belur. Bantuan dari pemerintah pun mengucur.

Seorang pilot muda yang bekerja di salah satu maskapai penerbangan nasional di Eropa, Marc, mengungkapkan satu nuansa paling aneh yang ia rasakan selama menerbangkan pesawat di saat pandemi: sunyi dan senyap.

Marc mengisahkan, sewaktu terbang di atas London misalnya, itu adalah salah satu ruang udara tersibuk di dunia.

BacaJuga

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Bankir Kompak Minta Gubernur BI Baru Jaga Kepercayaan Pasar dan Nilai Tukar

Burhanuddin Abdullah Diisukan Jadi Calon Gubernur BI, Airlangga Buka Suara

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

Zulhas Jelaskan  Kopdes Tidak Bisa Bersaing dengan Minimarket

“Dan kini Anda tidak lagi mendengar atau melihat pesawat lain di langit yang biasanya sungguh padat dengan pembicaraan antara maskapai dan suara lainnya. Tiba-tiba, radio menjadi sangat sunyi. Seram juga rasanya,” kisah Marc kepada DW.

Meski demikian, bukan berarti Marc punya banyak waktu untuk menyerap segala keanehan itu. Sejak Maret 2020, ia rata-rata hanya terbang dua perjalanan pulang pergi setiap bulannya. Tidak hanya waktu kerjanya yang jadi ringkas, gajinya juga dipangkas.

Marc melihat banyak rekan-rekannya mengalami jam terbang lebih rendah serta mereka yang bekerja sebagai awak kabin mengalami kesulitan keuangan. Itulah sebabnya, Marc menyebut dirinya sebagai salah satu “yang beruntung.”

Saat pandemi seperti ini, pengalaman terbang Marc berkisar dari menerbangkan pesawat dengan hanya membawa satu penumpang, hingga terbang mengangkut vaksin dan peralatan penting lainnya.

Terhadap pengalamannya saat menerbangkan satu penumpang dengan pesawat komersil, Marc mengatakan bahwa itu adalah hal “yang sungguh aneh; Anda seperti berpikir: ‘Apa gunanya semua ini?'”

Sementara saat mengangkut vaksin, Marc bersyukur bahwa ternyata ia masih berguna. Marc bersedia berbagi kisahnya kepada DW dengan syarat bahwa maskapai penerbangannya tidak disebut.

Menurutnya, kepastian akan adanya posisi di pekerjaannya “tidak terlalu bagus akhir-akhir ini.” Seperti banyak orang di sektor penerbangan, Marc juga khawatir tentang dampak tahun 2020 bagi profesinya di masa depan.

Bantuan Tidak Merata

Dari menerbangkan vaksin atau peralatan medis ke seluruh dunia, hingga membantu penumpang melakukan perjalanan penting selama pandemi, peran penting maskapai penerbangan hampir tidak dapat diperdebatkan lagi.

Karenanya, dukungan dana dari pemerintah terhadap sektor penerbangan menjadi rebutan yang serius.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan pergolakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini, dan maskapai penerbangan telah kehilangan pendapatan dengan besaran yang mencengangkan.

Trennya sangat kuat terjadi di Eropa. Pada masa awal krisis, Italia telah menasionalisasi Alitalia. Sementara bulan lalu, pemerintah Prancis menaikkan kepemilikannya di Air France-KLM menjadi 30%.

Di Jerman, pemerintah menghabiskan 9 miliar euro atau sekitar 156 triliun rupiah untuk membeli 20% saham Lufthansa. Namun bantuan tidak hanya dibutuhkan oleh maskapai yang membawa bendera nasional saja.

Perusahaan penerbangan swasta di Eropa seperti Ryanair yang selama ini dikenal sebagai pengkritik utama dana talangan Eropa, juga telah menerima pembiayaan pandemi khusus dalam bentuk pinjaman sebesar 730 juta dolar dari pemerintah Inggris.

Menurut sistem pelacak bantuan untuk maskapai Eropa yang dijalankan oleh Greenpeace dan kelompok aktivis lingkungan Transport & Environment and Carbon Market Watch, pemerintah Eropa sejauh ini telah memberikan bantuan keuangan sebesar sekitar 30 miliar euro untuk menyelamatkan sektor ini.

Dari jumlah itu, hampir setengahnya dikucurkan untuk dua maskapai penerbangan: Lufthansa dan Air France-KLM, sementara maskapai nasional lain harus berbagi dana yang tersisa.

Komisi Eropa memang memberikan lampu hijau untuk pendanaan tapi pastinya mereka juga punya persyaratan lain, seperti memaksa operator untuk menyerahkan slot berharga mereka di bandara.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Erick Thohir Bakal Merger 3 BUMN Maskapai Penerbangan

Menteri BUMN  Erick Thohir terus mendorong rencana penurunan biaya logistik di Indonesia guna meringankan dunia bisnis. Dalam hal ini, ia...

Jokowi Setuju Rancangan Istana di Ibu Kota Baru

Progres IKN Baik, 40 Maskapai Internasional Jajaki Rute ke Balikpapan

40 maskapai internasional menjajaki penerbangan ke dan dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Hal tersebut seiring dengan kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara...

Citilink Masuk 100 Maskapai Terbaik Dunia

Skytrax World Airline Awards 2022 mengumumkan peringkat dan penghargaan yang diterima oleh maskapai penerbangan Citilink. Tercatat, Citilink meraih tiga penghargaan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In