• Latest
  • Trending

Kisah Pilot Saat Pandemi, Angkut Vaksin hingga Pernah Bawa 1 Penumpang

Wapres Gibran Lepas Kepulangan Siswi Terduga Korban MBG dari RSCM

Wapres Gibran Sayangkan Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Tim SAR Temukan Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Basarnas Tambah 12 Penyelam untuk Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

TNI Ringkus Wakil Komandan Batalyon OPM Saat Tiba di Bandara

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Raup Transaksi Rp 2,4 M

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Blokir 1.117 Nopol Kendaraan Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi

FOTO: Apel Korps Prajurit Wanita TNI Hari Kartini 2021

5 Oktober TNI, Prabowo Resmikan 5 Kodam Baru

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Utang Warisan Krisis 1998 Rp 640 Triliun Dibayar Lunas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kisah Pilot Saat Pandemi, Angkut Vaksin hingga Pernah Bawa 1 Penumpang

by Zamzami Ali
Mei 18, 2021
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Selama mewabahnya pandemi Covid-19, bisnis yang digeluti oleh maskapai penerbangan babak-belur. Bantuan dari pemerintah pun mengucur.

Seorang pilot muda yang bekerja di salah satu maskapai penerbangan nasional di Eropa, Marc, mengungkapkan satu nuansa paling aneh yang ia rasakan selama menerbangkan pesawat di saat pandemi: sunyi dan senyap.

Marc mengisahkan, sewaktu terbang di atas London misalnya, itu adalah salah satu ruang udara tersibuk di dunia.

BacaJuga

Utang Warisan Krisis 1998 Rp 640 Triliun Dibayar Lunas

Riset: 92% Anak Muda Rajin Menabung

Dudung Targetkan 1 Juta Jaringan Gas Rumah Tangga Rampung pada 2028

Pelita Air Bagi-bagi Tiket Gratis MotoGP Mandalika di Dalam Pesawat

IHSG Dibuka Menguat ke 6.505, Bursa Asia Kompak Hijau

Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 di Tengah Tren Pelemahan

“Dan kini Anda tidak lagi mendengar atau melihat pesawat lain di langit yang biasanya sungguh padat dengan pembicaraan antara maskapai dan suara lainnya. Tiba-tiba, radio menjadi sangat sunyi. Seram juga rasanya,” kisah Marc kepada DW.

Meski demikian, bukan berarti Marc punya banyak waktu untuk menyerap segala keanehan itu. Sejak Maret 2020, ia rata-rata hanya terbang dua perjalanan pulang pergi setiap bulannya. Tidak hanya waktu kerjanya yang jadi ringkas, gajinya juga dipangkas.

Marc melihat banyak rekan-rekannya mengalami jam terbang lebih rendah serta mereka yang bekerja sebagai awak kabin mengalami kesulitan keuangan. Itulah sebabnya, Marc menyebut dirinya sebagai salah satu “yang beruntung.”

Saat pandemi seperti ini, pengalaman terbang Marc berkisar dari menerbangkan pesawat dengan hanya membawa satu penumpang, hingga terbang mengangkut vaksin dan peralatan penting lainnya.

Terhadap pengalamannya saat menerbangkan satu penumpang dengan pesawat komersil, Marc mengatakan bahwa itu adalah hal “yang sungguh aneh; Anda seperti berpikir: ‘Apa gunanya semua ini?'”

Sementara saat mengangkut vaksin, Marc bersyukur bahwa ternyata ia masih berguna. Marc bersedia berbagi kisahnya kepada DW dengan syarat bahwa maskapai penerbangannya tidak disebut.

Menurutnya, kepastian akan adanya posisi di pekerjaannya “tidak terlalu bagus akhir-akhir ini.” Seperti banyak orang di sektor penerbangan, Marc juga khawatir tentang dampak tahun 2020 bagi profesinya di masa depan.

Bantuan Tidak Merata

Dari menerbangkan vaksin atau peralatan medis ke seluruh dunia, hingga membantu penumpang melakukan perjalanan penting selama pandemi, peran penting maskapai penerbangan hampir tidak dapat diperdebatkan lagi.

Karenanya, dukungan dana dari pemerintah terhadap sektor penerbangan menjadi rebutan yang serius.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan pergolakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini, dan maskapai penerbangan telah kehilangan pendapatan dengan besaran yang mencengangkan.

Trennya sangat kuat terjadi di Eropa. Pada masa awal krisis, Italia telah menasionalisasi Alitalia. Sementara bulan lalu, pemerintah Prancis menaikkan kepemilikannya di Air France-KLM menjadi 30%.

Di Jerman, pemerintah menghabiskan 9 miliar euro atau sekitar 156 triliun rupiah untuk membeli 20% saham Lufthansa. Namun bantuan tidak hanya dibutuhkan oleh maskapai yang membawa bendera nasional saja.

Perusahaan penerbangan swasta di Eropa seperti Ryanair yang selama ini dikenal sebagai pengkritik utama dana talangan Eropa, juga telah menerima pembiayaan pandemi khusus dalam bentuk pinjaman sebesar 730 juta dolar dari pemerintah Inggris.

Menurut sistem pelacak bantuan untuk maskapai Eropa yang dijalankan oleh Greenpeace dan kelompok aktivis lingkungan Transport & Environment and Carbon Market Watch, pemerintah Eropa sejauh ini telah memberikan bantuan keuangan sebesar sekitar 30 miliar euro untuk menyelamatkan sektor ini.

Dari jumlah itu, hampir setengahnya dikucurkan untuk dua maskapai penerbangan: Lufthansa dan Air France-KLM, sementara maskapai nasional lain harus berbagi dana yang tersisa.

Komisi Eropa memang memberikan lampu hijau untuk pendanaan tapi pastinya mereka juga punya persyaratan lain, seperti memaksa operator untuk menyerahkan slot berharga mereka di bandara.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pesawat Turkish Airlines Terbakar saat Mendarat di Nepal

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

  ASPEK. ID,  LONDON - Singapore Airlines dinobatkan sebagai maskapai terbaik dunia 2026 dalam ajang Skytrax World Airline Awards. Penghargaan...

Ekspansi Internasional, Citilink Datangkan Airbus A330-900 NEO

Citilink Buka Rute Baru dari Bandung ke Lima Kota Besar Mulai Minggu ini

ASPEK.ID, JAKARTA - Maskapai penerbangan Citilink kembali memperkuat jaringan penerbangan nasional dengan mengoperasikan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung,...

Erick Thohir Bakal Merger 3 BUMN Maskapai Penerbangan

Menteri BUMN  Erick Thohir terus mendorong rencana penurunan biaya logistik di Indonesia guna meringankan dunia bisnis. Dalam hal ini, ia...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In