Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi kritikan mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang pada Senin (27/7/2026), soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMMP) yang disebut tidak akan bisa bersaing dengan minimarket waralaba atau bahkan warung Madura. Zulhas menekankan bahwa KDKMP bukan supermarket dan merupakan bagian dari infrastruktur pemerintah.
“Saudara-saudara, Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket. Koperasi Desa Merah Putih itu infrastukturnya pemerintah,” ujar Zulhas.
Menurutnya, setiap kali menjelaskan soal KDKMP, pemerintah justru selalu “diserang” lewat media sosial. “Apa itu Koperasi Desa Merah Putih? Yang di luar banyak sekali salah paham. Karena kalau kami menjelaskan satu, yang nyerang itu seribu. Saya ngomong satu, yang nyerang itu seribu,” katanya.
Zulhas menekankan, salah satu fungsi KDKMP nantinya adalah menyalurkan barang-barang yang disubsidi pemerintah. “Menurut Dewan Ekonomi Nasional, barang-barang bersubsidi, barang-barang bantuan pemerintah, 70 persen tidak tepat sasaran,” ucapnya.
Menurutnya, hal itu merugikan kalangan masyarakat miskin yang seharusnya bisa menikmati subsidi tersebut. “Barang subsidi itu apa? Ada alsintan (alat dan mesin pertanian), ada pupuk, ada gas 3 kilogram, ada beras, minyak goreng, banyak,” ujarnya.
Zulhas mengakui bahwa saat ini KDKMP belum beroperasi penuh. Dia mengatakan, KDKMP akan mulai berjalan pada September 2026.
“Memang sudah jadi bangunannya, (tapi) belum jalan. Insya Allah September ini akan jadi 35 ribu. Manajernya satu jadi, pengurus lainnya dari desa,” katanya.
“Koperasi Desa Merah Putih itu nanti milik desa, bukan milik pemerintah,” tambah Zulhas.























