ASPEK.ID, JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel melontarkan peringatan terbuka kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Noel mengaku memperoleh informasi yang ia sebut sebagai data valid atau A1 terkait potensi adanya upaya kriminalisasi terhadap Purbaya melalui jalur hukum.
Peringatan tersebut disampaikan Noel kepada awak media sebelum mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (26/1).
Noel menegaskan bahwa informasi yang ia terima bukan sekadar isu atau rumor. Ia menyebut adanya pola yang dinilainya serupa dengan perkara hukum yang kini menjerat dirinya.
“Pesan buat Pak Purbaya, modusnya hampir sama semua. Saya dapat informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noelkan. Hati-hati, Pak Purbaya,” ujar Noel.
Menurut Noel, terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak segan menggunakan instrumen hukum sebagai alat untuk menyingkirkan individu yang dianggap mengganggu kepentingan mereka. Ia menilai praktik semacam ini kerap terjadi ketika agenda kelompok tertentu terusik.
“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit ini akan disingkirkan. Mereka akan melepaskan anjing liar untuk menggigit. Kasihan Pak Purbaya karena ada pesta yang terganggu,” katanya.
Noel kembali menekankan bahwa peringatan yang ia sampaikan didasarkan pada informasi yang menurutnya memiliki dasar kuat. Ia menyebut potensi “di-Noel-kan” terhadap Purbaya muncul karena Menkeu tersebut dinilai mengganggu kepentingan kelompok tertentu.
Sementara itu, dalam sidang lanjutan yang digelar pada hari yang sama, jaksa penuntut umum menghadirkan lima orang saksi untuk memperkuat pembuktian perkara dugaan pemerasan sertifikasi K3 yang menempatkan Noel sebagai terdakwa.
Hingga berita ini diturunkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memberikan pernyataan resmi terkait peringatan yang disampaikan oleh Noel. []
















