• Latest
  • Trending
RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

KPAI Ingatkan Ortu Jangan Jadikan HP Sebagai Pengasuh Anak

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Air Sungai Surut, Kalimantan Alami Kelangkaan BBM, Pertamina Pasok Melalui Darat

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Polda Terbitkan SP3 Eggi dan Damai, Jokowi Tunjukan Sikap Negarawan

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Media Malaysia Bahas 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

BRI dan BSI Siap Buka Rekening Massal

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Anggota DPR Masuk Desil 4, BPS Jelaskan Penyebab

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Buka Rekening 200 Juta Warga, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, September 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KPAI Ingatkan Ortu Jangan Jadikan HP Sebagai Pengasuh Anak

by Aspek
Agustus 10, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

Jakarta – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mengingatkan orangtua agar tidak menjadikan ponsel sebagai “pengasuh” ketika anak rewel atau membutuhkan hiburan.

Menurut Kawiyan, orangtua perlu menyediakan aktivitas alternatif bagi anak, seperti bermain, membaca, berolahraga, berkesenian, hingga berinteraksi bersama keluarga.

BacaJuga

Air Sungai Surut, Kalimantan Alami Kelangkaan BBM, Pertamina Pasok Melalui Darat

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

“Jangan berikan ponsel sebagai ‘pengasuh’, jangan setiap anak rewel langsung diberikan ponsel. Anak harus mempunyai aktivitas alternatif,” kata Kawiyan, Minggu (10/8/2026) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengungkapkan anak-anak Indonesia menghabiskan waktu menggunakan ponsel atau screen time selama 5-7 jam sehari.

Kawiyan meminta orangtua membuat aturan penggunaan gawai di rumah. Orangtua perlu menentukan waktu anak boleh menggunakan ponsel dan kapan harus berhenti. Selain itu, orangtua disarankan memanfaatkan fitur parental control atau pengawasan yang tersedia pada perangkat dan platform digital.

Orangtua juga perlu mengetahui game dan media sosial yang digunakan anak. Menurut dia, orangtua tidak cukup hanya mengawasi durasi penggunaan ponsel. Mereka juga perlu mengetahui aktivitas anak selama menggunakan perangkat tersebut. “Orangtua jangan hanya bertanya,

‘Sudah berapa jam main ponsel?’ tetapi juga ‘Kamu melihat apa? Bermain apa? Berinteraksi dengan siapa?’,” kata dia dikutip dari kompas.

Kawiyan menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan anak, bukan sekadar menerapkan larangan. Anak perlu memahami alasan penggunaan ponsel harus dibatasi.

“Jangan sampai orangtua melarang tetapi dirinya sendiri terus-menerus menggunakan ponsel,” ujar dia.

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tergolong tinggi di...

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Lawan Hoaks, Qodari Usul Akun Medsos Terkonek ke KTP  & Nomor HP

    ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia Muhammad Qodari mengusulkan agar tiap akun media sosial...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

ASPEK.ID, SINGAPURA - Setiap anak di Singapura mendapatkan hampir S$ 70.000 atau setara Rp 974.693.300 dalam bentuk dukungan keuangan langsung...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In