ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan saat ini kapal selam KRI Nanggala-402 sudah dalam keadaan diam dan tidak mengeluarkan suara.
Jenderal bintang dua itu menyebutkan, hanya pencarian melalui sonar yang bisa mendeteksi posisi KRI Nanggala tersebut.
“Kebetulan kapal selamnya sudah diam,” jelas Achmad Riad saat memberikan keterangan pers di Base Ops Ngurah Rai, Bali dilansir Anadolu Agency, Jumat (23/4).
Dia menegaskan TNI melakukan pencarian di semua wilayah perairan Utara Bali. Diperkirakan lokasinya berada di 60 mile atau 95 km di perairan utara Bali.
Sebelumnya melalui keterangan resmi, TNI AL mengatakan kapal selam tersebut mengalami ‘blackout’ atau mati listrik sehingga kapal tidak terkendali dan tidak dapat melaksanakan prosedur kedaruratan untuk muncul ke permukaan air sehingga jatuh pada kedalaman 600-700 meter.
“Segala sumber daya yang ada kita kerahkan,” kata dia.
Seperti diketahui pada Rabu (21/4) pukul 03.00 WIB, KRI Nanggala-402 izin menyelam ke Komandan Gugus Tugas Penembakan (Danguspurla II) sesuai prosedur untuk selanjutnya kapal menyelam dalam rangka melaksanakan penembakan.
Namun setelah izin diberikan, KRI Nanggala hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi dan segera dilakukan prosedur pencarian oleh KRI RE Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365, tetapi hasilnya nihil.
Kemudian pada pukul 07.00 WIB dilaksanakan pengamatan udara mengunakan helikopter dan ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam.
KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam yang dibangun pada tahun 1977 di HDW Jerman dan masuk jajaran TNI AL tahun 1981.
Dalam pelayaran latihan ini kondisi material dan personel dalam keadaan siap, personel on board 53 orang terdiri 49 ABK, 1 Komandan Satuan dan 3 personel Arsenal). KRI Nanggala-402 dikomandani Letkol laut (P) Heri Octavian yang sudah menjabat 1 tahun.





















