• Latest
  • Trending
Tata Cara Resmi Pengurusan Jenazah Pasien Corona

Kuburan Massal Corona, Modal Aceh untuk Indonesia

Berbaju Oranye dan Menunduk, 320 WNA Pelaku Judol Dipindah ke Rudenim

Berbaju Oranye dan Menunduk, 320 WNA Pelaku Judol Dipindah ke Rudenim

Gunung Dukono Meletus, 2 Pendaki WNA Tewas dan 20 Orang Terjebak

Tim SAR Temukan 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono dalam Kondisi Meninggal

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Bus ALS Tabrak Truk BBM di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia

Korban Meninggal Bus ALS Tabrak Truk BBM Bertambah Jadi 18 Orang

Sindikat Joki UTBK Surabaya Terbongkar, ASN Gresik Pasok Blanko KTP Asli

Sindikat Joki UTBK Surabaya Terbongkar, ASN Gresik Pasok Blanko KTP Asli

Polri Tangkap 321 WNA di Markas Judi Online Hayam Wuruk

Polri Tangkap 321 WNA di Markas Judi Online Hayam Wuruk

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Ricuh Usai Persipura Vs Adhyaksa FC, 25 Mobil Dibakar dan 27 Motor Polisi Hilang

Ricuh Usai Persipura Vs Adhyaksa FC, 25 Mobil Dibakar dan 27 Motor Polisi Hilang

TNI Bubarkan Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Ternate

TNI Bubarkan Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Ternate

Tiner Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Rumah Anggota BPK

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Ekonom Soroti Potensi Danantara Jadi Mesin Baru Investasi Nasional

Demi Tiket Promosi, PSS Sleman akan Habis-habisan Saat Hadapi PSIS

PSS Sleman Tak Sabar Jalani Laga Final

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kuburan Massal Corona, Modal Aceh untuk Indonesia

by Zamzami Ali
Maret 29, 2020
in BERITA UTAMA, TERPOPULER
Tata Cara Resmi Pengurusan Jenazah Pasien Corona

Ilustrasi pemakaman salah satu jenazah pasien korban virus Corona di Bekasi, Jawa Barat. [Foto: Istimewa/FB Bismo Agung]

ASPEK.ID, JAKARTA – Provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia itu kembali menjadi bahan perbincangan. Berjuluk Serambi Mekkah, Aceh memang dikenal sebagai daerah yang sering membuat ‘sensasi’. Tak jarang, Aceh lebih dikenal karena masalah yang kerap di cap kontroversial.

Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), penemuan ladang ganja, menjadi jalur penyelundupan sabu-sabu rute internasional dan tersandungnya sejumlah kepala daerah di Aceh karena kasus korupsi adalah segelintir sensasi yang pernah muncul di Aceh.

Aturan-aturan yang dikeluarkan juga menuai bermacam reaksi dari publik. Sebut saja aturan wajib jilbab bagi pramugri (Aceh Besar), dilarang ngopi semeja antara pria dan wanita (Bireuen), pemberlakuan jam malam bagi perempuan (Banda Aceh) dan aturan dilarang ngangkang di atas sepeda motor bagi perempuan (Lhokseumawe).

BacaJuga

Polri Tangkap 321 WNA di Markas Judi Online Hayam Wuruk

Mutasi Polri, 9 Kapolda Berganti

Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Jaksel

Bus ALS Kecelakaan Maut di Sumsel Ternyata Tak Berizin Sejak 2020

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI

KPRP Sebut Masa Ideal Jabatan Kapolri 2-3 Tahun demi Regenerasi

Advertisement. Scroll to continue reading.

Aceh juga menjadi topik yang kerap diperbincangkan oleh dunia internasional, terutama bagi mereka yang kerap menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM), karena Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan Syari’at Islam dan pemberlakuan hukuman cambuk.

Kali ini, Aceh kembali membuat sensasi terakit penanganan virus Corona jenis baru atau Covid-19. Sama seperti daerah lain di Indonesia, Aceh saat ini juga sedang ‘kalang kabut’ membuat berbagai langkah pencegahan agar laju penyebaran Corona tidak semakin meluas di daerah yang juga berjuluk Tanah Rencong itu.

Juru Bicara Pemerintah Aceh yang juga merangkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdul Gani mengatakan bahwa, Pemerintah Aceh saat sedang menyiapkan tanah untuk kuburan massal korban Covid-19.

“Hal ini perlu kita persiapkan karena berdasarkan pengalaman negara-negara dan pengalaman di Indoneisa, angka kematian termasuk yang tertinggi. Berdasarkan pengalaman tersebut, tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya seperti ruang perawatan, peralatannya, kita persiapkan sumber daya manusianya,” kata dia saat Live Conference di Banda Aceh, Sabtu (28/3) malam.

“Kalau takdir tentu saja, barangkali ada yang dipanggil Sang Pencipta, kita juga harus menyiapkan tempat. Tadi pagi Pak Sekda sudah melihat lokasinya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita memiliki satu tempat untuk menguburkan korban Corona,” tambahnya.

Sontak saja, pernyataan tersebut memantik reaksi beragam dari publik, khususnya masyarakat Aceh sendiri. Tak sedikit, sejumlah netizen meluapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Aceh, yang dianggap telah membuat masyarakat pesimistis dan menakut-nakuti masyarakat.

Kewaspadaan tinggi Aceh terhadap Corona sejatinya baru beberapa hari pasca kasus pertama, setelah satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia pada Senin (23/3) dinyatakan positif terinfeksi Corona, usai hasi lab nya keluar pada Kamis (26/3).

Aceh merupakan provinsi ke-27 yang terpapar virus Corona, di samping kemunculan kasus pertama yang juga dialami oleh Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah. Artinya, Aceh baru terdampak langsung kurang lebih 4 hari, jika dibandingkan episentrum Corona, DKI Jakarta yang telah waspada dan siaga sejak 2 Maret atau hampir sebulan lalu.

Wacana atau ide kuburan massal korban Corona yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh, dirasa kurang tepat mengingat Aceh memiliki beberapa kuburan massal korban gempa dan tsunami, dimana korban jiwa yang jatuh saat lebih dari 200.000 jiwa. Otomatis, masyarakat menjadi pesimistis dan kembali dihantui trauma masa lalu.

Penyampaian wacana kuburan massal ke publik juga tidak pantas, karena Aceh baru memiliki satu kasus positif Corona. Jika dibandingkan DKI Jakarta, Aceh tidak ada apa-apanya. Bayangkan saja, hingga Sabtu (29/3) pagi, sudah ada korban meninggal sebanyak 62 orang dan terkonfirmasi positif serta sedang menjalani perawatan ada 627 orang.

Pemprov DKI Jakarta menetapkan bahwa pemakaman korban Corona akan dilakukan di dua titik yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Tidak ada lokasi khusus, karena lokasi tersebut masih memiliki daya tampung.

Lantas, kenapa Pemerintah Aceh menganggap wacana kuburan massal tersebut menjadi layak dan patut diperbincangkan? Kenapa tidak memilih tema lain? Kenapa tidak fokus saja memikirkan strategi untuk penanggulangan dan sebisa mungkin bekerja untuk menahan laju penyebaran virus Corona di Aceh?

Jika pun memiliki rencana memiliki kuburan untuk korban Corona, yang disebut-sebut karena permintaan dari pihak Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, seharusnya cukup Pemerintah Aceh saja yang tau. Anggap saja itu seperti, rencana taktis mungkin.

Apakah ide kuburan massal menjadi sinyal ketidakmampuan Pemerintah Aceh menghadapi virus Corona? Atau Aceh ingin terlihat eksis dengan wacana ini, sehingga menarik perhatian daerah lain, bahkan perhatian pusat untuk mewacanakan hal serupa?

Aceh memang dari dulu telah dikenal sebagai daerah modal baik itu saat perjuangan kemerdekaan maupun di awal-awal kemerdekaan Indonesia. Mungkin juga, wacana kuburan massal bagi korban Corona ini juga modal berbentuk gagasan yang diberikan Aceh secara tidak langsung untuk Indonesia. []

**

Juru Bicara Pemerintah Aceh yang juga merangkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdul Gani akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya itu pada Minggu (29/3) pagi.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh dan publik nasional atas penyataan yang kurang tepat. Saya meluruskan bahwa tanah yang dipersiapkan Pemerintah Aceh, bukan kuburan massal melainkan tanah pemakaman jenazah dari RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh,” katanya.

Redaksi

Komentar
Share169Tweet46SendShareShare13Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Aceh Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Aceh Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

ASPEK.ID, BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh...

Ratusan Destinasi Wisata di Aceh Hancur Diterjang Banjir dan Longsor

Ratusan Destinasi Wisata di Aceh Hancur Diterjang Banjir dan Longsor

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 berdampak serius terhadap sektor pariwisata di...

20 Tahun Tsunami Aceh, Warga Selalu Ingat Bantuan Cepat AS

20 Tahun Tsunami Aceh, Warga Selalu Ingat Bantuan Cepat AS

Banda Aceh – Masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat atas dukungan yang diberikan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berbaju Oranye dan Menunduk, 320 WNA Pelaku Judol Dipindah ke Rudenim

Berbaju Oranye dan Menunduk, 320 WNA Pelaku Judol Dipindah ke Rudenim

Gunung Dukono Meletus, 2 Pendaki WNA Tewas dan 20 Orang Terjebak

Tim SAR Temukan 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono dalam Kondisi Meninggal

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Bus ALS Tabrak Truk BBM di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia

Korban Meninggal Bus ALS Tabrak Truk BBM Bertambah Jadi 18 Orang

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In