ASPEK.ID, JAKARTA – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (STRG) melaporkan laba bersih perusahaan turun drastis hingga Kuartal III 2020.
Didirikan pada 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga) merupakan perusahaan investasi aktif terdepan di Indonesia. Saratoga aktif dalam mengelola perusahaan – perusahaan investasinya serta menjajaki peluang-peluang investasi di Indonesia.
Beberapa unit usaha STRG diantaranya yakni Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (Adaro), PT Agra Energi Indonesia, PT Medco Power Indonesia (Medco Power), PT Paiton Energy, Sumatra Copper & Gold plc, PT Tenaga Listrik Gorontalo dan banyak lainnya.
Sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (30/10), perusahaan investasi milik Sandiaga Uno dan Edwin Seoryadjaya ini hanya meraup laba bersih Rp 1,19 triliun.
Jumlah tersebut sangat kecil, atau turun sebesar 83% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 dimana perusahaan mampu meraup laba bersih sebesar Rp 7 triliun.
Keuntungan bersih atas investasi baik saham maupun ekuitas lainnya mengalami penurunan, dimana keuntungan bersih investasi hanya Rp 651,6 miliar.
Jumlah tersebut turun jauh dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 5,8 triliun. Penghasilan dividen bunga dan investasi juga turun dari Rp 1,66 triliun menjadi Rp 658,9 miliar.
Hingga akhir September 2020, jumlah aset naik dari akhir 2019 sebesar Rp26,6 triliun menjadi Rp 27,35 triliun, dan jumlah liabilitas turun dari akhir 2019 sebesar Rp3,8 triliun menjadi Rp 3,5 triliun.









