ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Jair Bolsonaro harus membayar denda karena dinilai telah melanggar peraturan keselamatan kesehatan negara bagian di acara publik.
Otoritas kesehatan mengajukan kasus terhadap Bolsonaro yang menggelar pertemuan publik di Maranhao tanpa perlindungan sanitasi.
“Hukum berlaku untuk semua orang,” kata gubernur negara bagian Maranhao, Flavio Dino seperti dikutip dari Channel News Asia. Senin 24 Mei 2021.
Dino mengingatkan publik bahwa pertemuan lebih dari 100 orang dilarang di negaranya, dan penggunaan masker adalah wajib.
Kantor Bolsonaro memiliki waktu 15 hari untuk mengajukan banding, setelah itu jumlah denda akan ditetapkan.
Presiden sayap kanan Brasil ini menentang aturan pengurungan virus korona, dan telah menyerang gubernur negara bagian yang memberlakukan pembatasan kesehatan lokal sebagai “diktator.”
Brasil memiliki jumlah kematian akibat virus corona tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.












