• Latest
  • Trending
Produksi Setara Listrik Geothermal Pertamina Melebihi Target

Langkah PGE Menuju World Class Green Energy Company

Menkes Sebut Ada 1.824 Orang Kaya Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Menkes Sebut Ada 1.824 Orang Kaya Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Persebaya Terancam Tanpa Dua Pilar Jelang Duel Krusial Kontra Bhayangkara

Persebaya Terancam Tanpa Dua Pilar Jelang Duel Krusial Kontra Bhayangkara

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Cecar Pj Gubernur Riau Soal Duit Jatah Preman Rp 7 Miliar

PPP Bidik Senayan 2029, Mardiono Perkuat Mesin Partai dari Jawa Barat

PPP Buka Peluang Dukung Prabowo Lagi, Soal Cawapres Masih Terlalu Dini

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Prabowo Buka Peluang Kembalikan Izin Martabe

Tol akan Dirancang Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

Tol akan Dirancang Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

RI Segera Miliki Kilang Gas Terapung Perdana, Beroperasi Q1 2027 di Teluk Bintuni

RI Segera Miliki Kilang Gas Terapung Perdana, Beroperasi Q1 2027 di Teluk Bintuni

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Periksa Pj Gubernur Riau dalam Kasus Korupsi PUPR Rp 106 Miliar

KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Ketua PBNU Aizzudin

Reaksi KPK Usai Yaqut Ajukan Praperadilan soal Status Tersangka Korupsi Haji

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Purbaya Ungkap Sudah Kantongi Dua Kandidat Dewan Pengawas INA

Pesawat Smart Air Diberondong KKB, Pilot dan Kopilot Tewas

Smart Air Ditembak KKB, Polri Upayakan Respons Cepat ke Lokasi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Februari 12, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Langkah PGE Menuju World Class Green Energy Company

by Zamzami Ali
Juli 30, 2021
in BUMN, ENERGI
Produksi Setara Listrik Geothermal Pertamina Melebihi Target

[Dok. Pertamina Geothermal Energi]

ASPEK.ID, JAKARTA – Di tengah tantangan pandemi Covid-19, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sepanjang tahun 2020, telah berhasil memproduksi listrik dari sumber energi bersih atau energi terbarukan sebesar 4.618 Giga Watt Hour (GWh).

Besaran energi bersih yang dihasilkan dari 15 Wilayah Kerja panas bumi di Indonesia ini tercatat naik 14 persen dari target yang ditetapkan perseroan. 

Hingga saat ini, PGE leading dalam pengelolaan panas bumi nasional dengan kapasitas terpasang 1.887 MW di mana sebesar 1.205 MW  dikelola bersama mitra dan 672 MW dioperasikan sendiri oleh PGE.

BacaJuga

Danantara Tak Cuma Borong Saham BUMN, Emiten Swasta Juga Dibidik

Izin Tambang Dicabut, Agincourt Kirim Surat Klarifikasi ke BKPM

Enam Proyek Hilirisasi Mulai Jalan, Danantara Dorong Serapan Tenaga Kerja

Bos Danantara: Saham RI Murah, Balik Modal 7-8 Tahun dari Dividen

Sulawesi Tengah Pimpin Investasi Hilirisasi Nasional 2025

Danantara Klaim Krakatau Steel Mulai Sehat setelah Disuntik Modal

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kapasitas terpasang di seluruh wilayah kerja panas bumi PGE ini mencakup 88 persen dari total kapasitas terpasang listrik panas bumi yang ada di Indonesia. Ini menunjukan betapa besar kontribusi PGE dalam pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia,” ujar Direktur Operasi PGE, Eko Agung Bramantyo, Jumat (30/7).

Wilayah dimana potensi panas bumi berada, yang kebanyakan berada di pegunungan yang remote area, menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan panas bumi.

“Pada awal pengembangan, kami perlu membangun infrastruktur jalan dan jembatan untuk bisa membawa rig ke lokasi pemboran yang dituju, bahkan ada jalan yang kami bangun hampir sepanjang 40 km” tambah Agung. Topografi yang terjal juga menjadi tantangan lain dalam pengembangan panas bumi. “Kami bekerjasama dengan konsultan dan Universitas untuk mengembangkan Early Warning System (EWR) untuk antisipasi terhadap adanya bencana longsor di sekitar Area dan Proyek PGE”, jelas Agung. 

Saat ini, masyarakat sekitar Area panas bumi PGE telah menikmati multiplier effect dari pengembangan panas bumi, salah satunya adalah dengan berkembangnya infrastruktur.

“Di salah satu Area PGE, awalnya masyarakat membutuhkan waktu 6 jam untuk menuju kota terdekat, itupun harus menggunakan motor yang dipasangi rantai di rodanya, sekarang jalan sudah mulus, hanya butuh waktu 30 menit menuju kota terdekat” ujar Agung.

Memasuki tahun 2021, PGE akan melangkah menuju World Class Green Energy Company. Berbagai strategi dan inovasi pun telah disiapkan.

Sebagai Sub-holding Power & New Renewable Energy (PNRE), PGE akan mengembangkan kegiatan-kegiatan dalam manajemen industri pengembangan energi bersih, baik berbasis panas bumi sehingga menjadi pionir dalam pengembangan energi masa depan di Indonesia.

Dalam 10 tahun ke depan, PGE menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang energi bersih yang bersumber dari panas bumi hingga dua kali lipat lebih dari yang saat ini dioperasikan sendiri oleh PGE.

Targetnya, tahun 2030 PGE akan meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGE menjadi 1.540 MW. Ini artinya di tahun 2030 PGE berpotensi untuk bisa memberikan kontribusi potensi pengurangan emisi sebesar 9 juta ton CO2 per tahun, dan mentargetkan menjadi top three produsen panas bumi di dunia.

Strategic partnership juga menjadi salah satu strategi yang dilakukan PGE dalam rencana menambah kapasitas terpasang panas bumi.

“Kami melakukan studi bersama dengan beberapa potential partner, diantaranya dengan PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan Medco Power Indonesia untuk menjajaki potensi penambahan kapasitas yang bisa dilakukan baik di wilayah kerja PGE maupun di wilayah kerja PLN GG dan Medco,” kata Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE, Tafif Azimudin menambahkan.

Pada saat yang sama, PGE juga tengah menyiapkan pengembangan green hydrogen yang saat ini tengah menjadi tren transisi energi dunia. 

Tafif menjelaskan “Green hydrogen adalah salah satu bentuk energi baru dan energi masa depan yang sangat bersih. Ini merupakan salah satu kunci di dalam mencapai target zero emision di masa depan,”. 

Menurut Tafif, PGE sangat excited untuk bisa berada di garda terdepan dalam mencari hal-hal baru dalam meningkatkan nilai dari sumber daya panas bumi yang ada di Indonesia, terutama yang ada di wilayah kerja PGE. 

PGE, imbuhnya, secara sistematik menggunakan pendekatan multitrack development dalam mengembangkan panas bumi, sehingga tidak hanya mencari sumber daya panas bumi untuk uap yang bisa dikembangkan menjadi listrik, tapi pada saat yang sama mencari fluida-fluida lain yang bisa didayagunakan untuk pengembangan green hydrogen. 

Pengembangan green hydrogen akan dilakukan melalui strategic partnership, baik dari sisi teknologi, akses ke pasar maupun sisi pendanaan. 

“PGE sebagai bagian dari sub-holding Power, New and Renewable Energy yang mengemban misi-misi strategis dari Pertamina Group untuk berkolaborasi dengan semua pihak di Indonesia memimpin proses transisi energi melalui inovasi-inovasi dibidang energi bersih,” tandasnya.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Produksi PGE Lampaui Target 14 Persen

RUPS Pertamina Geothermal Ganti Direksi dan Komisaris

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2022 pada Senin (5/6/2023)...

Pertamina-Medco Kembangkan Panas Bumi

Pertamina-Medco Garap Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Kajian bersama dengan PT Medco Power Indonesia (MPI) dalam...

Tak Hanya Sumber Listrik, Ini Manfaat Tersembunyi dari Panas Bumi

ASPEK.ID, JAKARTA - Banyak orang menganggap geothermal sebagai energi untuk membangkitkan listrik. Tentu benar. Energi panas bumi itu sudah dipakai...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Menkes Sebut Ada 1.824 Orang Kaya Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Menkes Sebut Ada 1.824 Orang Kaya Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Persebaya Terancam Tanpa Dua Pilar Jelang Duel Krusial Kontra Bhayangkara

Persebaya Terancam Tanpa Dua Pilar Jelang Duel Krusial Kontra Bhayangkara

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Cecar Pj Gubernur Riau Soal Duit Jatah Preman Rp 7 Miliar

PPP Bidik Senayan 2029, Mardiono Perkuat Mesin Partai dari Jawa Barat

PPP Buka Peluang Dukung Prabowo Lagi, Soal Cawapres Masih Terlalu Dini

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In