Liburan Natal dan tahun baru (Nataru) bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti obesitas hingga diabetes . Kondisi ini disebabkan karena perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan kondisi lingkungan. Momen liburan Natal dan tahun baru sering dimanfaatkan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat.
Kebersamaan ini pun biasanya dilengkapi dengan berbagai macam makanan dan minuman yang menggugah selera. Mulai dari makanan dan minuman manis, pedas hingga bersantan tersaji di meja saat liburan Natal dan tahun baru. Meski terasa enak, namun mengonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas hingga diabetes.
“Gula yang dikonsumsi secara tidak terukur dapat membahayakan kesehatan. Selain memberikan efek kecanduan, konsumsi gula berlebih juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit,” kata spesialis gizi klinik RS Pondok Indah dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK melalui keterangan resminya, Sabtu (24/12/2022).
Buah dan susu salah satu sumber gula alami, sementara gula tambahan berasal dari makanan dan minuman ringan atau lainnya.
Berikut penyakit lainnya yang bisa disebabkan karena mengonsumsi gula berlebihan.
1. Karies Gigi Penyakit paling ringan yang terjadi akibat konsumsi gula berlebih adalah munculnya karies gigi. Bakteri di dalam mulut akan mengubah kandungan gula dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi menjadi asam.
2. Obesitas Asupan gula tambahan yang tinggi menyebabkan asupan energi menjadi berlebih. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko mengalami penambahan berat badan hingga obesitas.
3. Perlemakan Hati Perlemakan hati disebabkan oleh asupan gula tambahan jenis fruktosa yang berlebih. Ketika asupan fruktosa berlebih, maka hati mengubahnya menjadi lemak. Lemak tersebut akan membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati.
4. Diabetes Konsumsi gula tambahan juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin ini akan menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat yang akhirnya memicu penyakit diabetes.























