ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja yang cukup baik pada 2021, melanjutkan pencapaian pada 2020.
Tahun lalu, KRAS telah mencatatkan pertumbuhan penjualan 20% dari tahun sebelumnya secara tonase, kendati perseroan sempat kehilangan satu kuartal untuk optimalisasi penjualan karena pandemi Covid-19.
“Saya yakin 2021, tren kenaikan itu berlanjut, sehingga saya targetkan ada pertumbuhan penjualan secara tonase sekitar 40 persen pada 2021,” ungkap Silmy, Kamis (28/1/2021).
Silmy menuturkan tahun ini perseroan telah mengantongi komitmen pembelian dari Eropa yang mulai diekspor pada Maret 2021 dengan harga yang baik.
Dia menegaskan, pasar baja internasional saat ini mengalami defisit pasokan seiring dengan beberapa pabrik baja luar terpaksa idle karena sejumlah pekerja tertular Covid-19.
Dengan demikian, KRAS mengambil celah tersebut sebagai kesempatan untuk mulai menggenjot penjualan ekspor.
Untuk menopang pertumbuhan penjualan itu, KRAS juga akan melanjutkan strategi penetrasi pelanggan dengan long term sale agreement (LTSA) lebih banyak yang dilakukan sejak tahun lalu.
Perjanjian itu dinilai lebih menguntungkan. Bahkan, KRAS mengaku telah melakukan penjualan untuk pengiriman April-Mei tahun ini karena penjualan hingga Maret sudah terjamin. Saat ini porsi kontribusi pelanggan LTSA oleh KRAS sebesar 30 persen.
























