ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak 3 kursi Dewan Direksi PT Angkasa Pura II (Persero) saat ini kosong, menyusul berakhirnya masa jabatan para pejabat yang menempati posisi itu sebelumnya.
Dilihat di laman resmi angkasapura2.co.id, Dewan Direksi yang masa jabatannya telah berakhir yakni Direktur Komersial Daan Achmad, Direktur Teknik Djoko Murjatmodjo dan Direktur Operasi dan Layanan Ituk Heraindri.
Ketiga pejabat PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut sebelumnya sama-sama diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham PT AP II Nomor: SK-08/MBU/01/2015 tanggal 15 Januari 2015.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi perihal ‘nasib’ 3 pejabat serta kursi yang selama ini ditempati oleh mereka baik itu dari PT Angkasa Pura II maupun dari Kementerian BUMN.
Beberapa sumber Aspek.id menyebutkan bahwa Kementerian BUMN merencanakan untuk mengggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (14/1) kemarin.
Namun, RUPS tersebut urung digelar. Disebut-sebut, RUPS dibatalkan karena ketiadaan Menteri BUMN Erick Thohir yang saat itu masih di luar negeri.
“Informasinya, RUPS diundur hingga Senin (20/1) mendatang,” kata sumber tadi.
Sekedar diketahui, PT Angkasa Pura II (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia bagian Barat.
Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Husein Sastranegara (Bandung).
Angkasa Pura II juga mengelola bandara Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Kertajati (Majalengka), Banyuwangi (Banyuwangi), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan) dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu).
Di tahun 2020, Angkasa Pura II dipastikan akan mengelola 20 bandara dengan tambahan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.













