• Latest
  • Trending
DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Mau Ikut Skema LCT RI-China, Himbara Minta Dukungan Penuh BI

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

Disorot soal Anggaran EO Rp 113 M, Bos BGN Angkat Bicara

Respons Dadan Hindayana Usai Diganti dari Kepala BGN

Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir

SBY Ungkap Strategi Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Global 2008

BGN Pecat Kepala SPPG Lampung Timur, Ini Kasusnya

Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru yang Ditunjuk Prabowo

Prabowo Ganti Kepala BGN

Prabowo Ganti Kepala BGN

Cerita Saodah, Berlari dengan Tongkat Selamatkan Diri Saat Kebakaran Kemayoran

Cerita Saodah, Berlari dengan Tongkat Selamatkan Diri Saat Kebakaran Kemayoran

Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris

Pleidoi Kasus Chromebook, Nadiem Klaim Negara Hemat Rp 3,9 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Anggota Komisi IX DPR Kritik Kepala BGN Wacanakan MBG Masuk Saudi

Kebakaran Kemayoran Bikin 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Kemayoran Bikin 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Kenakan Jaket Ojol Saat Hadapi Sidang Pleidoi

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Kenakan Jaket Ojol Saat Hadapi Sidang Pleidoi

Pendaki asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah

Pendaki asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah

Kabar Baik! Gaji ke-13 ASN hingga Pensiunan Mulai Cair Hari Ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mau Ikut Skema LCT RI-China, Himbara Minta Dukungan Penuh BI

by Muhammad Fadhil
Juni 3, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Thomas Djiwandono, deputi gubernur Bank Indonesia. Foto: Akmalal Hamdhi

ASPEK.ID, JAKARTA – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam skema local currency trade (LCT) antara Indonesia dan China. Namun, bank-bank pelat merah itu mengajukan syarat berupa dukungan penuh likuiditas mata uang yuan dari Bank Indonesia (BI).

Perwakilan Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan kebutuhan dukungan tersebut telah disampaikan langsung kepada Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono.

“Ada sebuah syarat yang saya sampaikan kepada Pak Thomas Djiwandono, yaitu bahwa bank di dalam negeri nanti yang akan terlibat dalam LCT ini, membutuhkan 100% dukungan likuiditas CNY atau Yuan dari Bank Indonesia,” ujar Putrama, Rabu (3/6).

BacaJuga

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

Respons Dadan Hindayana Usai Diganti dari Kepala BGN

SBY Ungkap Strategi Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Global 2008

Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru yang Ditunjuk Prabowo

Prabowo Ganti Kepala BGN

Cerita Saodah, Berlari dengan Tongkat Selamatkan Diri Saat Kebakaran Kemayoran

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Putrama, dukungan likuiditas diperlukan agar perbankan nasional dapat berperan optimal dalam menjaga kelancaran transaksi perdagangan menggunakan mata uang lokal. Terlebih, nilai perdagangan antara Indonesia dan China tergolong sangat besar.

Ia menjelaskan pengembangan skema LCT saat ini dilakukan bersama BI dan nantinya akan melibatkan tiga otoritas moneter, yakni Bank Indonesia, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong.

“Kita memahami bahwa beberapa transaksi kita cukup besar katakanlah dengan china cukup besar, sehingga saat ini kami mengembangkan bersama dengan BI local currency trade. Ini melibatkan, nanti akan melibatkan tiga otoritas, tiga sentral bank, yaitu Bank Indonesia, kemudian Sentral Bank China, dan juga Sentral Bank Hong Kong untuk kita bisa melakukan local currency trade,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang pada penutupan perdagangan Selasa (2/6) berada di level Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebagai informasi, Indonesia dan China telah menyepakati penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi bilateral. Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengungkapkan bahwa nilai transaksi LCT antara kedua negara terus meningkat.

Pada tahun lalu, nilai transaksi LCT Indonesia-China tercatat melampaui US$ 25 miliar per tahun. Sementara pada tahun ini, nilai transaksi bulanannya telah mencapai sekitar US$ 3,7 miliar.

BI juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank dan otoritas moneter di China agar transaksi yuan dapat dilakukan secara langsung di Indonesia. Dengan skema tersebut, masyarakat maupun pelaku usaha dapat melakukan transaksi yuan di dalam negeri, baik untuk transaksi spot, swap, maupun forward. []

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

ASPEK.ID, JAKARTA - Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dikabarkan digeledah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Disorot soal Anggaran EO Rp 113 M, Bos BGN Angkat Bicara

Respons Dadan Hindayana Usai Diganti dari Kepala BGN

ASPEK.ID, JAKARTA - Dadan Hindayana buka suara setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan menegaskan pergantian...

Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir

SBY Ungkap Strategi Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Global 2008

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang pengalaman pemerintahannya saat menghadapi krisis keuangan global pada 2008....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Mau Ikut Skema LCT RI-China, Himbara Minta Dukungan Penuh BI

Disorot soal Anggaran EO Rp 113 M, Bos BGN Angkat Bicara

Respons Dadan Hindayana Usai Diganti dari Kepala BGN

Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir

SBY Ungkap Strategi Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Global 2008

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In