Bus & Coach Consultant Karoseri Laksana Lang Widya Praba Wasista menjelaskan alasan posisi duduk pengemudi bus, terutama bus besar lebih rendah daripada tempat duduk dan kabin penumpang sebagai revolusi desain bus dari masa ke masa.
“Yang berevolusi itu lantai penumpangnya. Kalau posisi pengemudi dari standar sasis itu memang tidak ada perubahan tapi karena lantai penumpang itu secara kebutuhan memang dibuat lebih tinggi, maka membuat posisi pengemudi itu kesannya lebih rendah,” ujarnya.
Kepala Operasional PT Safari Dharma Sakti, Kemal Maulana menambahkan alasan mengapa posisi duduk pengemudi bus lebih rendah yakni menyangkut visibilitas pengemudi.
“Kalau ketinggiannya disamakan dengan tempat duduk penumpang otomatis visibilitasnya jadi terbatas. Apalagi kalau model bus SHD atau double glass yang ada topinya di tengah-tengah, kalau posisi pengemudi sama tinggi dengan penumpang kan yang dilihat nanti malah bagian topinya atau garis yang melintang di kaca itu,” jelasnya dikutip dari kumparan, Kamis (9/6/2022)
Faktor blind spot pada kendaraan besar seperti bus juga menjadi alasan lainnya posisi duduk pengemudi bus dibuat lebih rendah.
Jika posisi pengemudi sama tinggi dengan penumpang, tentunya blind spot akan semakin besar. Ini menyulitkan untuk memantau kendaraan yang ada di sekitar bus, terutama sepeda motor,” katanya.
Kemal menjelaskan, pada dasarnya bukan posisi pengemudi bus yang dibuat rendah namun Melainkan lantai penumpang yang dibuat tinggi, sehingga seolah menciptakan kesan posisi pengemudi sengaja dibuat lebih rendah.
“Kalau lantai kabin penumpang dibuat sama rendah dengan lantai pengemudi, akan sulit nantinya jika mau meletakkan bangku di atas rumah roda. Malah ada tonjolan jadinya tidak nyaman, maka lantai dibuat lebih tinggi,” pungkasnya.
Kemal menambahkan posisi duduk pengemudi bus yang lebih rendah memberi beberapa keuntungan lainnya. Seperti fleksibilitas menggunakan mesin tap di gerbang tol, karena posisi pengemudi tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sopir dapat menggunakan mesin tap yang mana saja.
“Kemudian kalau di tempat wisata umumnya kan gerbang karcis atau kasir buat bayarnya didesain untuk kendaraan yang tingginya rendah. Nah, sopir bus masih bisa karena posisi duduknya tidak terlalu tinggi,” ucapnya.






















