Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons kasus meninggalnya pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan, setelah mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Budi mengaku merasa gagal sebagai Menkes.
Budi merasa sedih atas meninggalnya Yurizal. Ia menegaskan setiap kematian pasien menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas layanan kesehatan.
“Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya adalah dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76,” kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Menurut Budi, setiap kali ada masyarakat yang meninggal dunia, terlebih di usia yang masih relatif muda, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita ada yang meninggal muda,” ujarnya.
Karena itu, Budi menegaskan pemerintah akan terus berupaya membenahi berbagai aspek pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih baik dan memiliki harapan hidup lebih panjang.
“Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaik agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76,” tuturnya.
Ia juga mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional, baik dari sisi fasilitas, alat kesehatan, maupun sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
“Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya. Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar itu kita bisa laksanakan,” kata Budi.
Viral Keluhan Yurizal
Yurizal sempat mengeluhkan karena harus menunggu sekitar 8 jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Keluhan tersebut disampaikan melalui akun Threads @yurizaltrich.
“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS.”
Unggahan tersebut kemudian viral dan mendapat ribuan respons dari pengguna media sosial.
Alih-alih memperoleh dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar bernada sinis yang diduga berasal dari sejumlah dokter maupun tenaga kesehatan.
Salah satu komentar yang paling menuai kecaman berasal dari akun @bennychrstn yang kemudian diketahui milik dr. Beni Christian Sihombing.
“Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong.”
















