Menteri BUMN Erick Thohir melakukan perubahan struktur manajemen salah satu perusahaan pelat merah bidang pertahanan, Direksi PT Pindad (Persero), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (26/8).
RUPSLB dilaksanakan secara daring, sesuai dengan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dan ditengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.
PT Pindad merupakan salah satu anggota Holding BUMN Industri Pertahanan dengan nama Defend ID.
PT Len Industri (Persero) saat ini sedang melakukan transformasi menjadi induk holding dengan anggotanya PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Dahana (Persero).
RUPSLB PT Pindad kemarin dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pertahanan dan Manufaktur Kementerian BUMN, Liliek Mayasari dan Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM Kementerian BUMN, Andus Winarno yang dihadiri oleh jajaran Direksi & Komisaris perusahaan.
Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad nomor: SK-284/MBU/08/2021 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad, memberhentikan dengan hormat Wildan Arief sebagai Direktur Keuangan & Administrasi, dan Ade Bagdja sebagai Direktur Teknologi & Pengembangan.
Kemudian melakukan perubahan nomenklatur dari semula Direktur Keuangan & Administrasi menjadi Direktur Keuangan & Manajemen Risiko. Selanjutnya Menteri BUMN mengangkat anggota Direksi PT Pindad (Persero) yang baru diantaranya Triyana sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, dan Sigit P. Santosa sebagai Direktur Teknologi dan Pengembangan.

Disebutkan juga melalui Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad nomor: SK-285/MBU/08/2021 tentang Pemberhentian Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad, memberhentikan dengan hormat Suharyono sebagai Direktur Bisnis Produk Industrial.
“Perusahaan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih yang diberikan oleh ketiga direksi yang sebelumnya menjabat. Dan selamat bergabung kepada Direksi yang baru agar PT Pindad (Persero) dapat terus meningkatkan kinerja untuk menuju perusahaan industri pertahanan yang kuat, mandiri, berdaya saing dan semakin maju,” bunyi keterangan resmi perusahaan, dikutip Jumat (27/8).
Berikut ini susunan terbaru Dewan Direksi PT Pindad (Persero):
Direktur Utama: Abraham Mose
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Triyana
Direktur Teknologi & Pengembangan: Sigit P. Santosa
Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan: Wijil Jadmiko Budi
Direktur Strategi Bisnis: Syaifuddin
Profil Pindad
PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia.
Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.
Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT Pindad sekarang ini. Sejak saat itu PT Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat.
PT Pindad berubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada di bawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).
Kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
Tahun 2002 PT BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang langsung berada di bawah pembinaan Kementerian. Tahun 2019, Pindad telah menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) seperti Medium Tank Harimau, R-Han 122B, Pistol Polimer, SSBA, SMB, MKB dan lain-lain.
Adapun di bidang produk industrial Pindad telah menghasilkan ekskavator berbagai varian, yang terbaru Excava 50 (5ton) dan Amphibious. Bisnis Industrial juga menghasilkan AMH-o, Gesits motor listrik, Paddy dryer, fire fighting vehicle dan berbagai alat mesin pertanian (Alsintan).














