Sebagai salah satu provinsi penghasil kelapa sawit yang cukup besar di Indonesia, Aceh masih sangat membutuhkan pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Untuk itu, Bahruny Group mendirikan pabrik kelapa sawit PT Satya Agung di wilayah Aceh Utara.
Komisaris Utama Bahruny Group, Joefly J. Bahroeny mengatakan bahwa PKS yang diresmikan tersebut berkapasitas olah 30 ton TBS per jam yang dapat ditingkatkan menjadi 45 ton TBS per jam. Kehadiran PKS ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat terutama petani sawit sebagai bagian dari upaya mempermudah penyerapan buah sawit petani plasma maupun petani swadaya.
“Dengan kehadiran PKS PT Satya Agung, kami ingin membantu pemerintah setempat dan pusat untuk memberdayakan perekonomian masyarakat khususnya petani sawit,” kata Joefly.
Menteri ATR/BPN, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, S.I.P. turut hadir secara langsung pada acara peresmian PKS PT Satya Agung oleh Pj Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) Achmad Marzuki pada hari Rabu, 16 November 2022 di area PKS PT. Satya Agung, Desa Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pasee, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Menteri ATR/BPN juga sekaligus menyaksikan peresmian Masjid H.M Joesoef Bahroeny yang juga diresmikan oleh Pj Gubernur Aceh pada rangkaian acara tersebut.
Selain itu, agenda utama Menteri ATR/BPN adalah melakukan penyerahan sertifikat kepada petani sawit mitra plasma Bahruny Group melalui Koperasi Mentari dan Koperasi Harta Bumou Mbang seluas kurang lebih 2000 Ha untuk 1000 petani plasma.
Dalam kesempatan ini, sebanyak 661 sertipikat diserahkan kepada masyarakat yang terbagi pada lima desa di Kabupaten Aceh Utara.
“Dengan ini para petani gurem, buruh kecil, bisa tersenyum karena mendapatkan hak. Dan petani gurem maupun buruh merasakan kehadiran negara melalui Reforma Agraria,” ucap Hadi Tjahjanto seusai memberikan sertipikat secara simbolis kepada warga Aceh Utara.
Sebagai informasi, lahan yang diberikan tersebut merupakan plasma dari perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Satya Agung. Tanah tersebut sudah ditanami menjadi kebun kelapa sawit, sehingga warga bisa langsung menerima manfaat. Hal ini diapresiasi tinggi oleh Hadi Tjahjanto, sebab sejalan dengan program Reforma Agraria yang terdapat penataan aset sekaligus penataan akses di tanah tersebut.
“Semoga yang Bapak (Komisaris Utama Bahruny Group, induk perusahaan PT Satya Agung, red) lakukan ditiru pemegang HGU lain sehingga tidak perlu diaudit, karena saya akan melakukan audit (terhadap pemegang HGU), audit letak, audit luas, audit fungsi apakah sesuai dan audit manfaat terhadap masyarakat,” tutur Hadi Tjahjanto.
Menteri ATR/Kepala BPN kemudian berpesan kepada masyarakat agar menjaga sertipikat yang mereka terima sebaik mungkin.
“Jangan sampai sertipikat jatuh ke tangan orang lain. Karena jika terjadi, tidak terasa 20 tahun, 30 tahun yang akan datang, bisa saja kemudian tanah itu dimiliki orang lain. Jadi hati-hati, harus disimpan dengan baik,” jelasnya.
Komisaris Utama Bahruny Group, Joefly J. Bahroeny mengatakan, apa yang dilakukan oleh perusahaannya merupakan komitmen dirinya sebagai putra daerah dan pengusaha untuk memajukan Provinsi Aceh.
“Dengan kehadiran PKS PT Satya Agung, kami ingin membantu pemerintah setempat dan pusat untuk memberdayakan perekonomian masyarakat khususnya petani sawit,” sebut Joefly J. Bahroeny.






















