ASPEK.ID, JAKARTA – Michel de Nostredame atau Nostradamus merupakan peramal ternama yang berasal dari Prancis. Nostradamus terkenal dengan hasil karyanya berjudul Les Propheties yang terbit pada tahun 1555.
Dalam buku itu, ada lebih dari seribu quatrain atau sajak 4 seuntai yang terdiri atas empat baris dalam bahasa Prancis, yang diyakini oleh mereka yang percaya, bisa meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang atau masa depan.
Pria yang diperkirakan lahir pada 14 Desember 1503 itu menjadi terkenal karena menerbitkan serangkaian panjang nubuatan yang terus terang saja, amat membingungkan dan penuh intrik.

Fakta bahwa dia menulis dalam puisi yang penuh teka-teki atau syair, berarti bahwa kata-katanya dapat ditafsirkan ulang tanpa henti agar sesuai dengan peristiwa sejarah. Hal ini membuat upaya untuk menilai ‘keakuratannya’ menjadi hal yang sangat sulit dilakukan.
Nostradamus meninggal dunia pada tahun 1566 juga dikenal sebagai ahli astrologi dan apoteker. Namun, seperti halnya horoskop, ramalan Nostradamus itu sendiri cenderung tidak jelas serta menuai interpretasi beragam.
Penggemar Nostradamus, terutama dari kalangan nubuatan selama ini telah memujinya karena memprediksi sejumlah besar peristiwa yang menjadi catatan dalam sejarah peradaban dunia.
Beberapa karya Nostradamus dianggap terbukti telah meramalkan sejumlah kejadian atau peristiwa besar, meski sama sekali belum ada bukti sahih yang memberikan kebenarannya.
Diantara karya atau ‘ramalannya’ yang terkenal adalah Kematian Henry II 1959, Kebakaran Besar London 1666, Revolusi Prancis 1789, Kedatangan Adolf Hitler, Bom Hiroshima dan Nagasaki 1945, Pembunuhan John F. Kennedy 1963 serta Teror 9/11.
Tidak hanya itu, Nostradamus juga disebut-sebut telah meramal kemunculan wabah Covid-19 yang saat ini telah menjadi pandemi di seluru dunia.
Sebagaimana dikutip dari Express, setidaknya ada tiga sajak Nostradamus yang diperkirakan menyinggung soal wabah yang mirip COVID-19.
Century II, Quatrain 6
“Di dekat gerbang di dalam dua kota”
“Akan ada dua bencana yang belum pernah terlihat sebelumnya”
Century II, Quatrain 19
“Para pendatang baru, tempat yang dibangun tanpa pertahanan”
“Tempat yang bisa dihuni menjadi tak bisa dihuni”
“Padang rumput, rumah-rumah, ladang, kota-kota untuk bersenang-senang”
“Kelaparan, wabah, perang, tanah luas yang subur”
Century V, Quatrain 63
“Perahu-perahu tersebar di antara para Latin, dingin, kelaparan, ombak”
“Tidak jauh dari Tiber, tanah dinodai dengan darah”
“Dan beragam wabah akan menimpa umat manusia”
Karya Nostradamus Tentang Aceh
Nostradamus diketahui juga menuliskan sesuatu tentang Aceh. Di dalam karyanya “Epistle To Henry II”, Nostradamus menyebut nama Aceh, namun dengan penulisan Achem.
Nama Aceh memang memiliki keunikan tersendiri bagi negara asing yang pernah memiliki hubungan dagang atau menjajah di Aceh seperti Portugis, Arab, Prancis, Inggris, Belanda, India dan sebagainya.
Mereka menyebut atau menuliskan Aceh dengan sebutan atau ejaan Achem, Achen, Atcin, Atcheen, Acheen, Atsjiem hingga Aca.
Jika melihat pada karya Nostradamus, Les Propheties yang terbit pada tahun 1555, Kesultanan Aceh Darussalam (1496-1903) saat itu berada di bawah pimpinan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang memerintah dari 1537-1571.

Berikut ini penggalan karya Nostradamus tentang Aceh yang dikutip Aspek.id di Epistle Henry II Halaman 337.34:
“And a new incursion will be made by the maritime shores, wishing to deliver the Sierra Morena from the first Mahometan recapture”
“Their assaults will not all be in vain, and the place which was once the abode of Abraham will be assaulted by persons who hold the Jovialists in veneration”
“And this city of Achem will be surrounded and assailed on all sides by a most powerf ul force of warriors. Their maritime forces will be weakened by the Westerners, and great desolation will fall upon this realm”
“Its greatest cities will be depopulated and those who enter within will fall under the vengeance of the wrath of God”
Jika diartikan, kalimat-kalimat tersebut memiliki arti kurang lebih sebagai berikut:
“Dan serangan baru akan dilakukan oleh pantai maritim, yang ingin mengirimkan Sierra Morena dari penguasaan kembali Mahometan pertama”
“Serangan mereka tidak semuanya akan sia-sia, dan tempat yang pernah menjadi kediaman Abraham akan diserang oleh orang-orang yang menghormati kaum Jovialis”
“Dan kota Achem ini akan dikelilingi dan diserang dari semua sisi oleh kekuatan pejuang yang paling kuat. Kekuatan maritim mereka akan dilemahkan oleh orang Barat, dan kehancuran besar akan terjadi di dunia ini”
“Kota-kota terbesarnya akan dikosongkan dan mereka yang masuk ke dalamnya akan jatuh di bawah pembalasan murka Tuhan.” []




















