ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menjalin kerja sama dengan ritel gerai bebas cukai (duty free shops) ternama di dunia, Dufry.
Kerja sama ini dilakukan untuk membantu memasarkan 10 produk Indonesia dalam rangka membuka dan mendukung akses pasar bagi UMKM nasional.
Untuk diketahui, Dufry merupakan perusahaan ritel travel dunia yang mengoperasikan sekitar 2.400 gerai dan toko duty free di lebih dari 420 lokasi yang tersebar di berbagai negara.
“Kita maunya Dufry tidak hanya bermitra dengan Indonesia, tapi dia harus menjamin atau guarantee 10 produk Indonesia yang bisa dipasarkan kalau tidak kita tidak mau bekerjasama,” kata Erick Thohir dalam talkshow daring dilansir Antara di Jakarta, Rabu (28/10).
Erick Thohir juga mengatakan ingin memperluas akses bagi pelaku UMKM dalam rangka membangun ekosistem usaha yang lebih sehat.
Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi UMKM memastikan tidak hanya pendanaan untuk ultra mikro dan UMKM yang akan dipastikan selalu terjaga. Namun juga terus membuka akses yang lebih besar kepada UMKM.
Ia mencontohkan program Pasar Digital UMKM (PaDi) di mana untuk pengadaan Rp250 juta sampai dengan Rp14 miliar, Kementerian BUMN sudah mengeluarkan peraturan di mana tidak ada lagi BUMN yang ikut tender.
Erick juga mengatakan bahwa Kementerian BUMN sejak awal pandemi COVID-19 terjadi sudah menyampaikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, proyek-proyek strategis yang ada di BUMN tetap dijalankan.























