Pengamat politik Universitas Pramadina Ahmad Khoirul Umam mengatakan hengkangnya Cak Imin akan memperbesar peluang pengusungan Erick Thohir dan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo. Hal ini setelah Cak Imin dirangkul NasDem untuk mendampingi Anies Baswedan.
“Erick Tohir dan Gibran berpeluang menjadi Cawapres pendamping Prabowo,” kata dia Jumat 1 September 2023.
Umam menjelaskan bahwa keberadaan PKB yang mengusung Cak Imin merupakan pesaing ketat dalam pengusungan Erick Thohir sebagai bacawapres di dalam Koalisi Indonesia Maju. Namun saat ini kata Umum, kondisinya berubah pasalnya Cak Imin dan PKB telah keluar koalisi.
“Besar kemungkinan Erick Tohir akan menjadi Cawapres Prabowo, karena Cak Imin selaku pesaing ketatnya sudah hengkang dari koalisi,” katanya.
Umam mengartikan bahwa langkah PKB yang keluar dari KIM lantas akan disyukuri oleh PAN. Pasalnya, proposal pencawapresan akan terwujud.
“Yang bisa dicairkan dalam bentuk dukungan logistik politik,” katanya.
Duet Anies-Cak Imin terungkap ke publik setelah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, memberi pernyataan ke media. Ia menyebut keputusan itu dibuat secara sepihak oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Dia juga menyatakan Anies dipanggil secara tiba-tiba oleh Surya pada Selasa malam, 29 Agustus 2023. Anies, menurut dia, dipaksa untuk menerima keputusan berpasangan dengan Muhaimin .
Riefky pun menyatakan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan tak dilibatkan dalam mengambil keputusan tersebut.
Adapun soal pembicaraan cawapres di Koalisi Indonesia Maju, kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, belum ada pembicaraan khusus.
“Soal cawapres akan ditentukan kemudian dengan pendekatan musyawarah mufakat. Semua partai akan dilibatkan secara adil dan setara,” ucapnya Jumat 1 September 2023.
Saleh mengklaim bahwa dii KIM, tidak ada yang ditinggalkan. Semua mitra partai kata Saleh, dilibatkan dan diajak bicara.
“Kalau ada yang merasa ditinggalkan, itu mungkin hanya cara untuk mencari jalan keluar yang halus,” katanya.
Adapun Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terkesan enggan menanggpi soal namanya masuk daftar cawapres di Koalisi Indonesia Maju. Gibran mengaku hingga kini tidak ada komunikasi antara dirinya dengan pihak Partai Gerindra soal bacawapres.
“Kok saya komunikasi dengan Gerindra? Kan saya bukan siapa-siapa to?” ucapnya.
Begitu pun saat ditanya apakah sejauh ini Prabowo Subianto pernah mengajaknya berkomunikasi tentang bacawapres tersebut, Gibran menampik tentunya bukan dirinya yang diajak berkomunikasi oleh Ketum Partai Gerindra itu.
“Kalau komunikasi antarpartai itu antara ketum partai dong? Kan saya bukan siapa-siapa to? Saya nggak tahu,” tegasnya di Solo dikutip dari tempo.
























