ASPEK.ID, JAKARTA– Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebut Pertamina masih mencetak laba pada covid-19 pada 2020. Hal ini disebabkan Pertamina melakukan sejumlah penyesuaian.
“Di sepanjang 2020 biar pun ada tiga hal, triple shock, yang dialami, Pertamina masih bisa laba,” ungkapnya dalam acara “Energy Outlook 2021: Bedah Nasib Sektor Energi di Tengah Ketidakpastian” di CNBC Indonesia, Kamis (4/2/2021).
Nicke menuturkan, keberhasilan mencetak laba ini ketika harga turun drastis pada awal pandemi, Pertamina mengimpor minyak dalam jumlah besar pada April-Mei 2020. Kemudian minyak ini disimpan di tangki penyimpanan, di darat (landed storage) maupun di kapal. Dengan demikian, menurutnya ini berdampak pada penurunan biaya pokok produksi perseroan, khususnya di semester kedua 2020.
“April-Mei kita beli minyak dalam jumlah besar dan disimpan di landed storage dan kapal, sehingga berdampak ke penurunan biaya pokok produksi,” ujarnya.
Pada awal covid-19 Maret 2020, Pertamina diguncang triple shock yakni penurunan harga minyak, penurunan permintaan minyak dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Laba bersih Pertamina pada 2020 yakni sekitar US$ 800 juta dan EBITDA lebih dari US$ 7 miliar.






















