ASPEK.ID, MANILA – Kecelakaan tragis menimpa pesawat di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA), Manila, Filipina, Minggu (29/3) malam. Demikian dilaporkan oleh Otoritas Penebangan Sipil Filipina (MIAA).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 8 malam. Pesawat yang diidentifikasi West Wind 24 itu lepas landas di ujung Runway 24 dan terjatuh sehingga langsung terbakar.
Pesawat yang jatuh tersebut dimiliki Lionair dengan nomor ekor RPC5880 dan membawa pasokan medis. Pesawat hendak menuju atau berangkat ke Bandara Haneda, Tokyo.
Penerbangan charter itu disebutkan membawa dua penumpang dan enam kru. Ke delapan orang tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Pesawat itu mengangkut seorang petugas medis penerbangan, perawat, dokter, tiga awak pesawat, satu pasien dan rekannya.
“Sayangnya, tidak ada penumpang yang selamat dari kecelakaan itu,” bunyi pernyataan tersebut sebagaimna dilansir dari laman CBN News.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan MIAA segera dikirim ke lokasi untuk memadamkan api dengan busa kimia.
Pihak berwenang telah menutup sementara landasan pacu. Penyelidik dari Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara Otoritas Penerbangan Sipil Filipina sedang menyelidiki penyebab insiden itu.
“Tim pemadam kebakaran dan medis kami sudah dikirim ke Terminal 2 NAIA untuk menanggapi insiden kecelakaan pesawat yang melibatkan Lion Air Flight RPC 5880,” kata Ketua Palang Merah Filipina (RRC) Richard Gordon dilansir Sun Star, Minggu (29/3).
Tak Ada Kaitan dengan Lion Air
Sementara itu Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyatakan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut bukan armada milik mereka.
“Lion Air Group belum beroperasi di Manila,” kata Danang kepada wartawan, Minggu (29/3) malam.
Danang menjelaskan kode RPC5880 merupakan registrasi pesawat di Filipina dan di Manila ada perusahaan penerbangan bernama Lionair.
“History dari flightradar24, itu adalah pesawat pribadi,” ujar Danang.






















