• Latest
  • Trending
Produksi Setara Listrik Geothermal Pertamina Melebihi Target

PGE Dianggap Tak Tepat Jadi Induk BUMN Panas Bumi, Ini Alasannya

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Iran Balas Serangan, Rudal Mengarah ke Israel dan Basis Militer AS di Timur Tengah

Iran Balas Serangan, Rudal Mengarah ke Israel dan Basis Militer AS di Timur Tengah

Hadapi Wakil Filipina, Dewa United Incar Kemenangan di Leg Pertama

Hadapi Wakil Filipina, Dewa United Incar Kemenangan di Leg Pertama

Pesawat Bomber Siluman B-2 Jadi Andalan AS Serbu Iran

Pesawat Bomber Siluman B-2 Jadi Andalan AS Serbu Iran

AHY Ingin Demokrat Bernasib seperti Gerindra

AHY Ingin Demokrat Bernasib seperti Gerindra

Kasus Jalur Impor Ilegal, Pejabat DJBC Resmi Ditahan KPK

KPK Bidik Suami dan Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka

Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Sebut RI Jadi Pasar Baru Buat Investasi di Tengah Gejolak Timur Tengah

Arab Saudi Uji Coba Umrah 4 Oktober

10.060 Jemaah Umrah Telah Tiba di Tanah Air, KJRI Jeddah Pastikan Perlindungan Maksimal

Kasus Jalur Impor Ilegal, Pejabat DJBC Resmi Ditahan KPK

KPK Sebut Keluarga Fadia Arafiq Nikmati Rp 19 Miliar dari Uang Hasil Korupsi

OJK Geledah Kantor Mirae Asset, Saham Rp 14 Triliun Dibekukan

Tolak Isu Cawapres, Bahlil Pilih Rebut Kursi DPR dari Dapil Papua

Bahlil Jamin BBM Subsidi tak Naik hingga Lebaran 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Maret 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PGE Dianggap Tak Tepat Jadi Induk BUMN Panas Bumi, Ini Alasannya

by Zamzami Ali
Agustus 6, 2021
in BUMN
Produksi Setara Listrik Geothermal Pertamina Melebihi Target

[Dok. Pertamina Geothermal Energi]

ASPEK.ID, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyatakan setuju dengan rencana pemerintah yang berniat untuk melakukan holdingisasi PLTP dan holding-isasi PLTU serta melanjutkannya dengan IPO.

Hanya saja masih ada hal yang dianggapnya janggal, sehingga mesti dilakukan berbagai pertimbangan.

Ia mengatakan, persoalan mendasarnya, perusahaan holding yang mestinya di amanatkan kepada PLN, tapi ini malah diserahkan pada Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai perusahaan holding-nya.

BacaJuga

Danantara Sebut RI Jadi Pasar Baru Buat Investasi di Tengah Gejolak Timur Tengah

SMI Biayai 129 PSN, Komitmen Capai Rp125 Triliun

Danantara Gelontorkan Rp20 T untuk Peternakan Terintegrasi, Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Danantara dan INA Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional

PT PAL Garap Lebih dari 20 Kapal Tahun Ini

Perluas Jejak Investasi, Danantara Jajaki Pengembangan Kawasan Bersama RFM

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Minimal ada tiga hal kenapa bukan PGE yang mesti menjadi Holding, tapi seharusnya PLN. Pertama PGE inikan masih baru, sekitar tahun 2006 berdiri. Kekuatan manajemennya dalam menguasai bisnis dan operasional masih meragukan untuk mengemban holding,” tutur Nevi dalam rilisnya, Jum’at (6/8/2021).

Yang kedua, lanjut Nevi, pembangkit listrik panas bumi ini mahal investasinya yang mesti dijaga asetnya tetap milik pemerintah. Menurutnya, jika melakukan IPO, maka aset berharga ini akan dimiliki swasta.

“Yang ketiga, regulasi EBT pada RUU energi baru terbarukan (RBT) yang digodok di DPR RI masih berpolemik terutama pada  Pasal 40 ayat (1) yang berbunyi “Perusahaan listrik milik negara wajib membeli tenaga listrik yang dihasilkan dari Energi Terbarukan” serta Pasal Pasal 51 ayat (4) yang berbunyi “Dalam hal harga listrik yang bersumber dari Energi Terbarukan lebih tinggi dari biaya pokok penyediaan pembangkit listrik perusahaan listrik milik negara, Pemerintah Pusat berkewajiban memberikan pengembalian selisih harga Energi Terbarukan dengan biaya pokok penyediaan pembangkit listrik setempat kepada perusahaan listrik milik negara dan/atau Badan Usaha tersebut,” papar Nevi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menguraikan, proyek pengembangan lapangan panas bumi di tiga lapangan yaitu Bukit Daun (Bengkulu), Gunung Lawu dan Seulawah (Aceh), semua lapangan tersebut masih dalam tahap pemboran sumur eksplorasi dan belum sampai pada tahap produksi listrik.

“Dari segi pengalaman, PGE ini kurang layak untuk menjadi holding karena masih terlalu awal dan kurang pengalaman sehingga  manajemennya belum piawai dalam menghadapi berbagai persoalan bisnis dan operasional. Banyak pihak yang kahwatir dan ragu, apakah holding tenaga panas bumi ini nantinya akan lebih baik dan efisien atau tidak. Sementara PLTP yang akan diakuisisi ini telah beroperasi dan terbukti telah memberikan manfaat kepada jaringan listrik nasional,” ujar Nevi.

Nevi menegaskan, RUU EBT, jangan sampai memuluskan jalan swasta untuk membuat pembangkit listrik dengan tenaga EBT yang sekarang ini memang harga produksinya masih di atas BPP listrik (misalnya tenaga panas bumi dan tenaga angin) dengan memanfaatkan kewajiban PLN untuk membeli listrik tersebut (skema take or pay) dan selisih biaya produksinya akan ditanggung oleh Pemerintah (subsidi EBT).

BUMN dan anak BUMN seperti PLN, Geo Dipa & Indonesia Power mesti menjadi pengendali aset dan kegiatan utama untuk menjalankan semua bisnis proses Perusahaan Listrik Tenaga Panas Bumi.

“Fraksi kami tidak menolak holding-isasi. Tapi menolak kenapa holding ini ke PGE bukan ke PLN. Dan terkait IPO aset-aset pembangkit listrik tenaga panas bumi, Fraksi PKS sangat tegas menolak. PLTP yang sudah operasional ini seharusnya tetap menjadi milik BUMN dan listriknya menjadi hak rakyat untuk menikmatinya,” tandasnya.

Legislator dapil Sumatera Utara II itu meminta kepada pemerintah agar menjaga etos dan semangat kerja PLN untuk terus membangun pembangkit listrik EBT baru dalam rangka meningkatkan bauran EBT nasional.

Ini saatnya PLN untuk memanfaatkan tenaga solar yang sudah sangat ekonomis secara maksimal. Jangan malah merusak suasana dengan menjual aset PLTP milik BUMN yang sangat berharga itu.

Dikatakannya, hal yang mesti segera diperbaiki adalah  model kontrak take or pay (TOP). Dikontrak disyaratkan sekitar sekian persen dari produksi listrik dari pembangkit swasta tersebut harus dibeli PLN (take or pay).

Kalau tidak dibeli maka PLN kena denda. Dengan model ini ketika permintaan masyarakat akan listrik rendah maka terpaksa  didahulukan dioperasikan pembangkit swasta agar PLN terhindar dari denda. 

Menurut Nevi, model kontrak seperti ini mesti diganti dengan take and pay (TAP), dan kalau swasta tidak memenuhi kontrak juga kena denda.

“Tenaga listrik termasuk ke dalam cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Dan tenaga listrik juga erat kaitannya dengan pertahanan dan keamanan negara sehingga berdasarkan Pasal 77 UU Nomor 19 Tahun 2003, BUMN yang bergerak di bidang ketenagalistrikan termasuk kepada Persero yang tidak dapat diprivatisasi. Saya berharap, semua kebijakan pemerintah ini mesti berpihak kepada rakyat banyak. Hitung simulasinya mesti memasukkan komponen apa akibat buat rakyat banyak, sehingga jangan sampai nantinya ada kerugian bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Produksi PGE Lampaui Target 14 Persen

RUPS Pertamina Geothermal Ganti Direksi dan Komisaris

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2022 pada Senin (5/6/2023)...

Pertamina-Medco Kembangkan Panas Bumi

Pertamina-Medco Garap Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Kajian bersama dengan PT Medco Power Indonesia (MPI) dalam...

Tak Hanya Sumber Listrik, Ini Manfaat Tersembunyi dari Panas Bumi

ASPEK.ID, JAKARTA - Banyak orang menganggap geothermal sebagai energi untuk membangkitkan listrik. Tentu benar. Energi panas bumi itu sudah dipakai...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPK Lepas Sekda Pekalongan Usai Pemeriksaan 1×24 Jam

KPK Lepas Sekda Pekalongan Usai Pemeriksaan 1×24 Jam

Pertamina  Layani Banker Rendah Sulfur di Cilacap

Empat Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Timur Tengah, Dua di Selat Hormuz

OJK Geledah Kantor Mirae Asset, Saham Rp 14 Triliun Dibekukan

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Sebut RI Jadi Pasar Baru Buat Investasi di Tengah Gejolak Timur Tengah

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Iran Balas Serangan, Rudal Mengarah ke Israel dan Basis Militer AS di Timur Tengah

Iran Balas Serangan, Rudal Mengarah ke Israel dan Basis Militer AS di Timur Tengah

Hadapi Wakil Filipina, Dewa United Incar Kemenangan di Leg Pertama

Hadapi Wakil Filipina, Dewa United Incar Kemenangan di Leg Pertama

Pesawat Bomber Siluman B-2 Jadi Andalan AS Serbu Iran

Pesawat Bomber Siluman B-2 Jadi Andalan AS Serbu Iran

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In