ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama antarnegara ASEAN, khususnya di sektor energi dan pangan, di tengah meningkatnya tantangan global.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Kamis (7/5).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan dan kepemimpinannya dalam forum tersebut. Ia menilai pertemuan BIMP-EAGA berlangsung di tengah situasi global yang penuh tantangan sehingga membutuhkan respons bersama yang lebih kuat.
“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Prabowo menegaskan, BIMP-EAGA perlu terus berkembang agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kawasan. Menurutnya, kerja sama subkawasan itu harus lebih cepat beradaptasi dengan perubahan global dan kebutuhan masyarakat.
“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap keselamatan serta mata pencaharian masyarakat menjadi prioritas utama negara-negara anggota ASEAN. Karena itu, implementasi visi bersama dinilai menjadi langkah penting yang harus segera diwujudkan.
“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” ucap Prabowo.
Dari forum di Cebu tersebut, Prabowo turut menegaskan pentingnya solidaritas dan kolaborasi kawasan agar ASEAN tetap kuat menghadapi dinamika global yang terus berkembang. []
























