• Latest
  • Trending

Produktivitas Tak Berkaitan dengan Lama Jam Kerja

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rp 2.322 Triliun Target Investasi RI pada 2027

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 6,4 Hentak Sumut Terasa Juga di Aceh

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

111 Gempa Susulan Pascagempa 7,7 di NTT

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di NTT, Magnitudo hingga 6,8

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Telah Tutup 290 BUMN

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Sejumlah Jalan di NTT Tertutup Longsor Imbas Gempa M 7

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Istri di Jawa Timur Ditangkap Usai Potong Kelamin Suami

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi Lagi, Warga Dilarang Mendekat 2 Km

Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi Lagi, Warga Dilarang Mendekat 2 Km

Presiden Minta Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Dipercepat

TNI Kerahkan Hercules dan Kapal Perang Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Produktivitas Tak Berkaitan dengan Lama Jam Kerja

by Aspek
September 22, 2019
in LIFESTYLE

ASPEK.ID, JAKARTA – Data perusahaan perbankan UBS dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyebutkan, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat para pekerja rata-rata bekerja 38,6 jam per pekan.

AS dijadikan patokan pengukuran jam kerja per pekan karena dianggap salah satu yang paling produktif. Atas dasar inilah kedua lembaga ini merilis negara-negara dengan jumlah jam kerja paling panjang setiap pekannya.

Di daftar pertama negara dengan jumlah jam kerja terpanjang adalah Kolombia. Negara di Amerika Selatan itu, rata-rata jam kerjanya mencapi 47,7 jam per pekan. Kemudian, Turki (47 jam), Meksiko (45,1 jam) dan Kostarika (44,1 jam). (lihat info grafis). Lalu, apakah lamanya jam kerja berimbas pada produktivitas karyawan di negara-negara tersebut? Ternyata tidak.

BacaJuga

111 Gempa Susulan Pascagempa 7,7 di NTT

Potensi Tsunami di NTT Berakhir Bukan Dicabut, BMKG Minta Warga Waspadai Gempa Susulan

Gempa 7,7 NTT Karena Sesar Naik Busur Belakang Flores

Skill Mismatch Penyebab Terbanyak Sarjana jadi Penganggur

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

UBS dan OECD menyatakan, jam kerja panjang tidak memiliki kaitan dengan produktivitas yang tinggi. Contohnya, Meksiko yang menjadi negara ketiga dengan rata-rata jam kerja 2.622 jam per tahun hanya meraup produk domestik bruto (PDB) USD18,8 per jam. Sementara Irlandia yang memiliki jam kerja 1.856 jam per tahun mampu meraup USD84 per jam.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Dikutip Business Insider studi UBS dan OECD bersama beberapa perguruan tinggi menyebutkan, jam kerja selama 45 jam per pekan dianggap sebagai porsi yang ideal. Namun, porsi ideal ini belum cukup mendukung produktivitas seseorang karena dipengaruhi efisiensi, dan unsur kebahagiaan karyawan.

Ini sejalan dengan studi Chartered Institute of Personnel and Development, yang menemukan bahwa satu dari empat karyawan di Inggris sedikitnya bekerja lembur selama 10 jam per pekan. Menurut studi itu, sebagian besar dari karyawan mengaku memegang terlalu banyak pekerjaan namun tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelasaikannya.

“Pemberi kerja masih beranggapan jam kerja panjang berhubungan dengan kinerja yang baik,” kata Profesor Gail Kinman, ahli psikologi kesehatan kerja dari Universitas Bedfordshire, dikutip The Guardian.

“Faktanya justru sebaliknya. Semakin lama orang bekerja, kinerja, konsentrasi, dan kreativitasnya justru menurun,” ujar Kinman.

Di negara-negara ASEAN, isu jam kerja karyawan juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam sepekan terakhir, pelaku usaha yang bergerak di bisang industri perstektilan di Tanah Air mewacanakan penambahan jam kerja karyawan dari saat ini 40 jam pekan menjadi 45 hingga 48 jam per pekan. Di Vietnam, otoritas setempat akan mengurangi jam kerja karyawan dari 48 jam per pekan menjadi 44 per pekan.

Menanggapi isu jam kerja, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menyatakan, lamanya jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja.

Menurut dia, rata-rata 40 jam kerja per pekan tidak hanya diterapkan di Indonesia tapi juga banyak dijalankan di luar negeri. Hanya saja, terkait urusan jam kerja lembur merupakan kebijakan perusahaan masing-masing.

“Saya kira kalau jam kerja tidak berpengaruh besar terhadap produktivitas. Peningkatan produktivitas kerja diukur berdasarkan peningkatan keterampilan kerja,” ujarmya, Minggu (22/9/2019).

Apindo akan mendorong peningkatan pelatihan keterampilan secara intensif bisa dilakukan melalui lembaga pendidikan maupun perusahaan. Pasalnya sebanyak 65% pekerja di industri padat karya tingkat pendidikannya rata-rata hanya setingkat SD dan SMP.

“Untuk itu perlu skill terus ditingkatkan jika kaitannya dengan produktivitas kerja karena mayoritas atau 65% berada di padat karya dengan jenjang pendidikan masih rendah,” katanya. (Sindonews)

Komentar
Share75Tweet47SendShareShare13Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Peluang Said Iqbal Masuk Kabinet Menguat, Istana Masih Bahas Jabatan yang Cocok

Said Iqbal: Tidak ada Demo Buruh Selama Agustus – September

Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memastikan semua buruh yang berada di...

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Demo Buruh 10 Agustus di Gedung DPR, Patung Kuda & Medan Merdeka

Buruh akan menggelar demonstrasi pada Kamis (10/8/2023) di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya melalui Traffic Management Center...

Gagal Saingi Nike, Adidas Bakal Lepas Reebok

Adidas Indonesia Laba, Buruh di-PHK Sepihak

Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Emelia Yanti Siahaan, mengatakan, PT Panarub Industry yang menjadi mitra Adidas di Indonesia melakukan pemotongan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In