ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah mempercepat pemulihan sektor kesehatan pascabencana di Sumatera. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan kebutuhan anggaran Rp 529,3 miliar guna merehabilitasi sekitar 3.000 fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan mayoritas layanan kesehatan kini sudah kembali berjalan. Namun, masih ada sejumlah fasilitas yang belum pulih sepenuhnya.
“Seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas sudah beroperasi sekarang. Kita tinggal 21 pustu (puskesmas pembantu) dari ribuan fasilitas kesehatan,” kata Budi, Kamis (19/2).
Target pemerintah, seluruh fasilitas tersebut dapat beroperasi optimal paling lambat Maret 2026.
Selain perbaikan fasilitas layanan, Kemenkes juga mengusulkan dukungan anggaran untuk merenovasi sekitar 8.800 rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana.
Menurut Budi, data penerima bantuan telah diverifikasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan kini tinggal menunggu persetujuan pencairan dana. Pemerintah berharap proses ini bisa tuntas sebelum Lebaran 2026.
“Agar rumahnya bisa diperbaiki dan mereka bisa tenang tinggal di rumah sebelum Lebaran agar bisa bekerja kembali,” ujarnya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan mekanisme pengajuan sudah tersedia dalam skema belanja kementerian/lembaga melalui tim satgas bencana.
“Jadi tinggal masukkan ke sana saja, prosedurnya seperti itu. Ke Bappenas, ke tim satgas. Ya sudah, keluar,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia juga memastikan ruang fiskal masih memadai. Dari alokasi awal pemulihan pascabencana sebesar Rp 50–60 triliun, anggaran yang terserap dinilai masih menyisakan kapasitas yang cukup besar. []
























