ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Keuangan mencatat belanja negara mengalami kenaikan menjadi Rp 1.534,7 triliun atau naik 10,6 persen dari tahun lalu pada bulan Agustus. Belanja pemerintah pusat pun melonjak 14 persen mencapai Rp 977,3 triliun.
“Artinya berbagai tindakan untuk lakukan akselerasi belanja dampak covid-19 mulai terlihat di Agustus 2020 dan akan terus berlangsung,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Selasa (22/9.
Selain itu, untuk penerimaan perpajakan Rp 798,1 triliun atau masih berada di angka 56 persen dari target. Angka ini adalah kontraksi 13,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Kendati belanja negara mengalami peningkatan namun, Kementerian Keuangan mencatat secara keseluruhan realisasi APBN sampai Agustus 2020 mengalami defisit hingga 3,05% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 500,5 triliun
“Ini lebih besar dari tahun lalu. Situasi ini harus kita jaga meski kondisi yield SBN terus menurun,” katanya























